Akurat Logo

Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 22 September 2025

Shalli Syartiqa | 22 September 2025, 10:40 WIB
Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 22 September 2025

 

AKURAT.CO ​​Hari ini, 22 September 2025, memiliki perbedaan dalam penentuan tanggal Hijriah antara Kalender Kementerian Agama (Kemenag) dan Muhammadiyah​.

​Menurut Kemenag dan Nahdlatul Ulama (NU), tanggal 22 September 2025 bertepatan dengan 29 Rabiul Awal 1447 H. ​

Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan 22 September 2025 sebagai 30 Rabiul Awal 1447 H.

Konversi Tanggal Masehi ke Hijriah pada 22 September 2025

​Konversi tanggal Masehi 22 September 2025 ke kalender Hijriah menunjukkan bahwa tanggal tersebut jatuh pada hari Senin. ​

Menurut Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan Kementerian Agama, 22 September 2025 bertepatan dengan 29 Rabiul Awal 1447 H. ​

Bulan Rabiul Awal 1447 H ini dimulai pada Senin (25/8/2025) lalu, dan akan berakhir pada Senin (22/9/2025), menurut Kemenag.

​Adapun dalam kalender Hijriah, pergantian hari terjadi saat Matahari terbenam.

​Di sisi lain, Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menetapkan 22 September 2025 sebagai 30 Rabiul Awal 1447 H.

​Muhammadiyah memulai 1 Rabiul Awal lebih cepat, yakni pada Minggu (24/8/2025) lalu. ​KHGT ini diharapkan dapat menyatukan umat Islam di seluruh dunia dengan konsep satu hari satu tanggal.

Metode Penentuan Kalender Hijriah

​Kalender Hijriah menggunakan patokan peredaran bulan mengelilingi Bumi, berbeda dengan kalender Masehi yang berdasarkan revolusi Bumi mengelilingi Matahari.

​Terdapat dua metode utama dalam penentuan awal bulan Hijriah, yaitu hisab dan rukyat.

​Metode hisab adalah perhitungan astronomi yang menentukan posisi bulan berdasarkan data matematis.

Sementara itu, metode rukyat dilakukan dengan cara mengamati langsung hilal (bulan sabit muda) di langit.

​Perbedaan dalam metode penentuan ini dapat menyebabkan perbedaan tanggal Hijriah. ​

Nabi Muhammad SAW mengajarkan metode rukyat, dan jika langit tertutup, beliau menganjurkan untuk menyempurnakan bulan berjalan menjadi 30 hari (istikmal). ​

Muhammadiyah menggunakan hisab hakiki wujudul hilal untuk menentukan awal bulan Hijriah. ​

Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) mengacu pada metode rukyat, namun juga menggunakan hisab sebagai alat bantu untuk memperkirakan waktu terbaik dalam pelaksanaan rukyat.

Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Rabiul Awal

​Bulan Rabiul Awal memiliki keistimewaan penting karena merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. ​Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah pada bulan ini. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:

1. Puasa Sunah: ​Pada 22 September 2025 yang jatuh pada hari Senin, umat Islam dapat melaksanakan puasa Senin. ​Puasa sunah, termasuk puasa Senin, merupakan amalan rutin yang sangat dianjurkan.

2. Memperbanyak Shalawat: ​Disunahkan untuk memperbanyak shalawat serta salam kepada Rasulullah SAW karena bulan Rabiul Awal adalah bulan kelahirannya. ​Melantunkan shalawat adalah bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

3. Sedekah dan Berbuat Baik: ​Mengingat kepedulian Nabi Muhammad SAW, amalan sedekah dan berbuat baik kepada sesama sangat dianjurkan.

4. Mempererat Silaturahmi: ​Maulid Nabi menjadi momen yang tepat untuk memperkuat silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan sesama Muslim.

Ituloah tanggal Hijriah hari ini, metode penentuan serta amalan yang dianjurkan pada bulan Rabiul Awal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.