Akurat Logo

Asal-usul Hari Halloween Yang Dirayakan Setiap 31 Oktober

Tria Sutrisna | 29 Oktober 2023, 19:35 WIB
Asal-usul Hari Halloween Yang Dirayakan Setiap 31 Oktober

AKURAT.CO Halloween Day atau Hari Halloween merupakan perayaan yang diadakan oleh sebagian orang setiap akhir bulan Oktober. 

Asal-usul Halloween terkait dengan budaya asing yang pada awalnya merupakan tradisi untuk mengusir hantu. Namun, seiring berjalannya waktu, Halloween telah menjadi perayaan yang dirayakan oleh sebagian orang untuk bersenang-senang dengan berbagai tradisi yang beragam.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Tempat Acara Perayaan Halloween Di Jakarta, Ada Wahana Seru Yang Menyeramkan!

Lalu, bagaimana asal usul Halloween day itu?

Berikut ini penjelasan tentang asal-usul Halloween Day yang dirayakan setiap tanggal 31 Oktober

Sejarah Halloween Day

Halloween adalah perayaan yang memiliki sejarah panjang dan berasal dari budaya kekristenan. Halloween, merujuk pada malam sebelum Hari Para Kudus atau All Hallows Day dalam tradisi Kristen.

Halloween dirayakan pada tanggal 31 Oktober, yang merupakan malam sebelum Hari Semua Orang Kudus atau All Saints pada 1 November, dan Hari Semua Jiwa pada 2 November.

Dari tanggal 31 Oktober hingga 2 November dikenal sebagai Masa Para Kudus (All Hallow Tide).

Selama tiga hari ini, orang menghormati para orang kudus dan mendoakan jiwa-jiwa yang telah meninggal namun belum memasuki surga.

Asal-usul Halloween Day 

Pada abad kedelapan, Paus Gregorius III menetapkan tanggal 1 November sebagai All Saints Day, yaitu waktu untuk menghormati semua orang kudus. Ini kemudian mencampur beberapa tradisi dari Samhain.

Malam sebelum All Saints Day disebut All Hallows Eve, dan kemudian disingkat menjadi Halloween.

Seiring berjalannya waktu, Halloween telah berkembang menjadi sebuah perayaan yang mencakup berbagai tradisi seperti "trick-or-treat," ukiran labu Jack-o'-lantern, pesta meriah, kostum, dan hidangan khas.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kostum Halloween Terbaru 2023 Yang Unik, Terinspirasi Dari Film Dijamin Beda!

Memakai Kostum Seram Saat Halloween 

Tradisi Halloween memiliki akar dalam festival panen Kelt kuno yang disebut Samhain, dan festival ini memiliki akar dalam ajaran Pagan.

Awalnya, festival ini dirayakan oleh bangsa Celtic kuno di Inggris dan Irlandia. Namun, atas perintah Paus Bonifasius IV, festival ini dikristenkan. Festival Samhain biasanya dirayakan pada tanggal 1 November, yang juga menandai awal musim dingin.

Malam sebelum tanggal 1 November, yaitu malam tanggal 31 Oktober, menjadi Halloween. Pada saat ini, dipercayai bahwa arwah orang yang telah meninggal kembali ke rumah mereka.

Orang-orang yang merayakan Halloween percaya bahwa pada malam ini, banyak roh jahat yang kembali ke bumi untuk mengganggu bangsa Celtic.

Untuk mengusir roh jahat, mereka menyalakan api unggun besar, mengenakan topeng dan pakaian menyeramkan.

Ketika bangsa Romawi menaklukkan bangsa Celtic, tradisi Samhain digabungkan dengan tradisi Romawi untuk memperingati leluhur yang telah meninggal dan menghormati dewi panen mereka, Pomona.

Tradisi Trick or Threat Saat Halloween

Berasal dari tradisi Eropa, orang Amerika mulai mengenakan kostum dan pergi dari rumah ke rumah untuk meminta makanan atau uang.

Kegiatan ini akhirnya berkembang menjadi tradisi "trick-or-treat" yang tetap dikenal hingga saat ini.

Pada akhir abad ke-19, perayaan Halloween di Amerika menjadi lebih berfokus pada komunitas dan pertemuan dengan tetangga daripada terkait dengan hantu, lelucon, dan sihir.

Pada awal abad ke-20, perayaan Halloween untuk anak-anak dan orang dewasa menjadi bentuk perayaan yang paling umum. Pesta Halloween ini fokus pada permainan, hidangan musim, dan kostum yang meriah. (Maulidia Azzahra)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
W
Editor
Wahyu SK