WWF Indonesia Minta Desainer Lokal Hadirkan Koleksi Pakaian Motif Hewan Langka

AKURAT.CO, Satwa-satwa asli Indonesia yang terancam punah masih kurang mendapat banyak perhatian dari masyarakat. Satwa seperti harimau Sumatera, badak Jawa dan hiu paus menjadi tiga spesies yang keberadaan dan populasinya tersisa kurang dari seribu ekor.
Maka, banyak kampanye dan himbauan dari pemerintah, organisasi, LSM hingga individu terus digencarkan via semua media komunikasi agar semua masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di seputar habitat hewan ini agar lebih intens menjaga keberadaan hewan-hewan langka ini agar tak hilang dari muka bumi pertiwi.
Seruan itu juga datang dari Direktur Kemitraan WWF Indonesia, Ade Swargo Mulyo, yang berharap para desainer Tanah Air mau menuangkan desain bercorak ketiga hewan tersebut pada koleksi mereka. Menurutnya, hal itu bisa mengundang kesadaran lebih kepada masyarakat, khususnya pecinta industri fashion terhadap hewan yang terancam punah.
Hal itu disampaikannya kepada AkuratTren dalam acara Fashionlink x #BLCKVNUE di Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa, (9/7).
"Kita tahu bahwa industri fashion itu butuh inspirasi. Nah, hewan-hewan itu bisa menjadi inspirasi dalam dunia fashion. Misalnya kayak Gucci, itu Alessandro Michele terkenal banget. Dulu Gucci desainnya tua, kuno dan sebagainya. Sekarang itu sudah sangat update dan kontemporer untuk menciptakan animal print. Contoh gambar kulit macan tutul dapat memberikan sebuah gambaran menarik yang mengingatkan pada hewan tersebut," ungkapnya.
Menurut Ade, pihak WWF Indonesia akan sangat mengapresiasi jika para desainer Indonesia mau melakukan hal tersebut.
"Saya sangat menyambut baik sekali pada desainer Indonesia untuk bagaimana berkreasi terhadap heidegger species kita seperti harimau Sumatera, badak Jawa, dan hiu paus. Ini menjadi sebuah kemajuan untuk meningkatkan kesadaran orang terhadap satwa asli Indonesia," tambahnya.
Lebih lanjut, Ade juga berharap hal tersebut bisa menjadi sebuah bisnis yang memberikan keuntungan bagi organisasi konservasi yang berkelanjutan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 7Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Ingatkan Pentingnya Kekompakan dan Kerja Nyata
- 10Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat




