Akurat Logo

WWF Indonesia Minta Desainer Lokal Hadirkan Koleksi Pakaian Motif Hewan Langka

Khaerul S | 10 Juli 2019, 16:22 WIB
WWF Indonesia Minta Desainer Lokal Hadirkan Koleksi Pakaian Motif Hewan Langka

AKURAT.CO, Satwa-satwa asli Indonesia yang terancam punah masih kurang mendapat banyak perhatian dari masyarakat. Satwa seperti harimau Sumatera, badak Jawa dan hiu paus menjadi tiga spesies yang keberadaan dan populasinya tersisa kurang dari seribu ekor.

Maka, banyak kampanye dan himbauan dari pemerintah, organisasi, LSM hingga individu terus digencarkan via semua media komunikasi agar semua masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di seputar habitat hewan ini agar lebih intens menjaga keberadaan hewan-hewan langka ini agar tak hilang dari muka bumi pertiwi.

Seruan itu juga datang dari Direktur Kemitraan WWF Indonesia, Ade Swargo Mulyo, yang berharap para desainer Tanah Air mau menuangkan desain bercorak ketiga hewan tersebut pada koleksi mereka. Menurutnya, hal itu bisa mengundang kesadaran lebih kepada masyarakat, khususnya pecinta industri fashion terhadap hewan yang terancam punah.

Hal itu disampaikannya kepada AkuratTren dalam acara Fashionlink x #BLCKVNUE di Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa, (9/7).

"Kita tahu bahwa industri fashion itu butuh inspirasi. Nah, hewan-hewan itu bisa menjadi inspirasi dalam dunia fashion. Misalnya kayak Gucci, itu Alessandro Michele terkenal banget. Dulu Gucci desainnya tua, kuno dan sebagainya. Sekarang itu sudah sangat update dan kontemporer untuk menciptakan animal print. Contoh gambar kulit macan tutul dapat memberikan sebuah gambaran menarik yang mengingatkan pada hewan tersebut," ungkapnya.

Menurut Ade, pihak WWF Indonesia akan sangat mengapresiasi jika para desainer Indonesia mau melakukan hal tersebut.

"Saya sangat menyambut baik sekali pada desainer Indonesia untuk bagaimana berkreasi terhadap heidegger species kita seperti harimau Sumatera, badak Jawa, dan hiu paus. Ini menjadi sebuah kemajuan untuk meningkatkan kesadaran orang terhadap satwa asli Indonesia," tambahnya.

Lebih lanjut, Ade juga berharap hal tersebut bisa menjadi sebuah bisnis yang memberikan keuntungan bagi organisasi konservasi yang berkelanjutan.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A