Cara Cek Open Trip Wisata Agar Tak Tertipu Seperti Astrid Kuya

AKURAT.CO Pengalaman tidak mengenakan menimpa keluarga artis Uya Kuya. Istri Uya Kuya, Astrid Kuya, mengaku telah ditipu oleh seseorang yang dia kenal dengan modus paket liburan
Astrid mengaku ditawari paket liburan ke Bali, mencakup transportasi mobil dan vila di sana oleh orang yang dia kenal, diduga sejenis jasa open trip perjalanan wisata.
"Dia ngirimin foto mobil, foto vila. Kita pikir, kebetulan pengen happy-happy, jadi gak usah mikir segala macem gitu lho," sambung Astrid Kuya di kanal YouTube Hitz Infotainment, pada Rabu (06/10).
Astrid pun telah mengirimkan sejumlah uang untuk membayar DP (Down Payment) untuk akomodasi tempat tinggal mereka di Bali nantinya. Namun, di hari keberangkatan ke Bali, Astrid dan Uya yang telah turun dari pesawat mencoba menghubungi orang yang bertanggung jawab atas akomodasi di Bali tapi ternyata orang tersebut justru sulit dihubungi.
"Langsung aku telepon dia. Di-block, HP Mas Uya juga di-block, dan aku luntang-lantung di gate bandara," katanya.
"Seriusan itu duduk dan itu lucunya gini, kita bener-bener gak marah, gak apa, cuman ketawa. Kita ditipu, masih bisa ditipu," sambungnya
Astrid menceritakan, sebenarnya suaminya, Uya Kuya sebetulnya sudah merasa curiga dengan si penipu yang Astrid kenal. Namun, Astrid tetap berprasangka baik hingga akhirnya terbukti bahwa dia dan suaminya benar-benar telah ditipu.
Walau mengalami kerugian, Astrid tidak melaporkan oknum penipu itu ke pihak berwajib. Namun, demi mencegah adanya korban lain, Astrid mem-viralkan kisah penipuan ini di Instagram.
Sebenarnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalma memilih open trip atau agen travel khususnya, meminimalisir kemungkinan penipuan.
Berikut cara memilih agen travel dan penyelenggara open trip, agar tak tertipu seperti keluarga Uya Kuya.
Cek Lisensi
Menurut Ketua Dewan Penasehat Indonesia Tour Leader Association (ITLA ) Rudiana, open trip adalah perjalanan oleh orang yang memesan destinasi sendiri, tetapi tiket dan akomodasinya sudah ada.
Tidak bergantung dengan grup yang selama ini jadi sistem yang berlaku di paket perjalanan konvensional yang ditawarkan agen travel. Hal ini menyebabkan tidak bisa diprediksinya sistem kerja di open trip.
Selanjutnya, wisatawan dianjurkan untuk memilih agen travel yang sudah bergabung dengan asosiasi seperti Astindo Hal ini membuat rekam jejak agen trave; tersebut bisa dengan mudah dipelajari dan diawasi.
"Teliti sebelum membeli. Artinya jangan mudah percaya untuk penawaran open trip yang sumbernya tidak jelas, apalagi tanpa menggunakan travel agent terpercaya, fatal akibatnya,” ujar Rudiana kepada wartawan, dikutip pada Rabu (06/10).
Menurutnya, apanbila penyelenggara open trip tergabung dalam ITLA, kasusnya akan beredar cepat dan ditangani asosiasi ITLA. Namun kasusnya akan sulit untuk ditangani, jika penyelenggara open trip tidak bergabung dari asosiasi mana pun.
Cek Rekening Transaksi
Langkah pencegahan selanjutnya adalah hanya mentransfer dana perjalanan ke rekening perusahaan penyelenggara. Hal ini bisa meminimalisir terjadinya penipuan. Jangan bertransaksi dengan rekening atas nama pribadi.
Kemudian para calon wisatawan juga bisa membandingkan harga paket yang ditawarkan oleh berbagai penyelenggara open trip. Biasanya orang tertipu karena iming-iming harga paket yang jauh lebih murah dari harga pasaran. Namun sebenarnya, harga murah bisa jadi bumerang.
Membandingkan harga juga perlu. Bandingkan dengan harga yang ada di OTA atau agen travel lain. Jika harganya jauh berbeda, misal sampai jutaan sudah pasti palsu.
Harga open trip yang lebih murah memang wajar. Menurut Rudiana, hal tersebut bisa terjadi karena penyelenggara memutuskan sendiri dan menyesuaikan budget. Selain itu open trip juga seringkali bergantung pada promo besar yang bisa sangat mengurangi harga.
Namun begitu, kasus penipuan open trip memang kadang sulit untuk dihindari. Oleh karena itu, penting juga untuk menyimpan semua bukti yang berhubungan dengan open trip.
Mulai dari bukti percakapan hingga transfer dana. Hal ini agar bukti tersebut bisa digunakan sebagai alat hukum dalam kasus penipuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 7Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 8Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot




