Dark Web dan Bahayanya bagi Remaja: Pelajaran Berharga dari Kasus SMAN 72 Jakarta

AKURAT.CO Kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta membuka mata publik tentang bahaya dark web bagi remaja.
Seorang pelajar yang menjadi terduga pelaku kasus ini diketahui kerap mengakses situs gelap berisi konten kekerasan ekstrem, termasuk video dan foto korban pembunuhan serta kejadian brutal lainnya.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan menjadi pelajaran penting bagi orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan dan edukasi terhadap penggunaan internet oleh anak-anak.
Baca Juga: Bocoran Kunci Jawaban Trivia Kuis FC Mobile 2025: Berapa kali Jepang Menjuarai Piala Asia AFC ?
Bahaya Dark Web bagi Remaja
Dark web merupakan bagian tersembunyi dari internet yang tidak dapat diakses melalui mesin pencari biasa dan membutuhkan perangkat lunak khusus seperti TOR.
Di sini, banyak konten berbahaya yang tidak terfilter, mulai dari gambar dan video kekerasan ekstrem, perdagangan ilegal, hingga komunitas berisiko yang dapat memengaruhi psikologis dan perilaku remaja.
Remaja yang tanpa pengawasan mengakses dark web berisiko terjerumus ke kegiatan berbahaya dan ideologi ekstrem yang sulit terdeteksi.
Baca Juga: Siapa Pemain Bola Basket Indonesia yang Bermain untuk Tim Nasional Indonesia dan Pelita Jaya Bakrie?
Kaitan Kasus SMAN 72 dengan Dark Web
Densus 88 mengungkap bahwa pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta sering mengunjungi komunitas daring di dark web.
Situs yang diakses memuat konten kekerasan yang ekstrim seperti video perang, pembunuhan, dan insiden brutal yang bisa menimbulkan trauma dan mengubah pola pikir.
Selain itu, pelaku juga mempelajari cara merakit bom melalui internet.
Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat atas aktivitas online remaja serta edukasi digital untuk melindungi mereka dari pengaruh negatif dunia maya tersembunyi.
Baca Juga: Lewat Panggung JGTC, Raisa Belajar Melepas dengan Hati yang Tenang
Edukasi untuk Orang Tua dan Masyarakat
Orang tua perlu aktif berkomunikasi dengan anak mengenai risiko internet dan pentingnya membatasi akses ke situs berbahaya, termasuk dark web.
Pemeriksaan rutin dan penggunaan aplikasi pengawasan dapat membantu menjaga anak dari pengaruh negatif.
Sekolah dan masyarakat juga harus meningkatkan literasi digital dan mental health awareness agar remaja mampu menghadapi tekanan sosial dan teknologi dengan bijak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia





