Kisah Tim Sepak Bola Wanita China Berlatih di Koridor Hotel karena Virus Corona

AKURAT.CO, Dengan beralaskan matras dan handuk, anggota tim nasional wanita China melakukan peregangan di sebuah koridor hotel Kota Brisbane, Australia.
Di salah satu dinding koridor terpasang bendera besar China sebagai perlambang nasionalisme dan jati diri mereka.
Meski melakukan latihan tak semestinya, mereka tetap bersemangat dan serius. Tampak salah satu tim pelatih mendampingi.
Mereka akan melaksanakan laga kualifikasi Olimpiade Tokyo Agustus 2020 mendatang. Tiba di Brisbane pada pekan lalu, mereka mendapati harus menjalani karantina dan tak boleh keluar ke mana-mana karena kekhawatiran penyebaran virus.
Meski ke-32 pemain dan staf dinyatakan tidak terjangkit virus, tetapi masa karantina mereka berlagsung lama hingga Rabu (4/2/2020) kemarin.
Kekhawatiran pemerintah Australia akan penyebaran virus membuat kebijakan karantina diambil.
Laga kualifikasi semestinya dijadwalkan dilakukan di Wuhan, kota di mana coronavirus berasal, sebelum akhirnya diputuskan pindah ke Nanjing. Tetapi, ketakutan penyebaran virus membuat Asosiasi Sepak Bola China membuat keputusan melepas status tuan rumah. Mereka pun rela menjalani laga di Sydney.
China akan melakoni tiga laga kualifikasi. Pertama melawan Thailand pada Jumat, kemudian China Taipei dan Australia pada pekan depan.
Persiapan yang terganggu serta kekhawatiran akan coronavirus tentu saja membuat kondisi tidak ideal bagi mereka. Lebih-lebih China tak akan diperkuat bintang andalan Wang Shuang.
Andalan timnas China ini tertahan di Wuhan, kota kelahirannya karena virus tersebut. Di sana Wang pun tak bisa berlatih karena semua fasilitas lapangan ditutup.
Untuk menjaga kebugaran, Wang, ditemani saudara lelakinya, melakukan latihan sendiri di atap sebuah bangunan. Cuplikan video saat Wang berlatih banyak mendapatkan respons dari pecinta sepak bola Negeri Tirai Bambu.
Wang Shuang, the star player of China women's national team, is stuck in Wuhan, her hometown, and would miss the Olympic qualifying moved to Australia. Since it is not possible to find a football pitch for self-training, she went to the rooftop to play with her brother. pic.twitter.com/ebsn8tuM4K
— Titan Sports Plus (@titan_plus) February 1, 2020
Sejauh ini Coronavirus telah menjangkiti sekitar 20.000 orang dengan 427 di antaranya meninggal dunia.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



