21 Hari Penayangan, Film Pengabdi Setan 2: Communion Capai 6 Juta Penonton

AKURAT.CO, Film Pengabdi Setan 2 : Communion capai 6 juta penonton usai tayang selama 21 hari. Pencapaian itu diketahui juga melampaui film pertama Pengabdi Setan.
Pencapain 6 juta penonton selama 21 hari membuat sang sutradara, Joko Anwar megungkapkan rasa kebanggaannya. Perasaannya itu dibagikan melalui akun instagram pribadinya.
Joko Anwar mengunggah video yang berisikan wajah-wajah dari para pemain Pengabdi Setan 2 : Communion.
“Senang berbagi kebahagiaan dengan 6 juta lebih dari kalian, teman-teman,” tulis Joko Anwar dikutip dari unggahannya, Kamis (25/8).
Joko Anwar juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para penonton yang sudah menyaksikan Pengabdi Setan 2 : Communion di Bioskop seluruh Indonesia.
“Izinkan kami untuk melanjutkan cerita ini, ya. Saksikan hari ini Pengabdi Setan 2 di bioskop yah,” tuturnya.
Unggahan Joko Anwar pun mendapatkan ucapan selamat dari netizen.
"Wooow keren, congrats bang," ujar warganet.
"Congrats bang dari Singapura," sahut netizen.
"Selamaaaat," timpal netizen lainnya.
Joko Anwar juga menuturkan bahwa film Pengabdi Setan yang pertama memperoleh 4.410.309 di penayangannya pada hari ke 10.
“Angka yang dulu dicapai dalam 63 hari, kami lalui di Pengabdi Setan 2 hanya dalam 10 hari. Ini berkat doa dan dukungan kalian, teman-teman,” tulis Joko Anwar di kolom captionnya.
Film Pengabdi Setan 2 : Communion ini juga diisi oleh pemain lama dan juga adanya pemain baru.
Joko Anwar juga sempat membagikan sinopsis film Pengabdi Setan 2 : Communion melalui akun twitternya.
Beberapa tahun setelah berhasil menyelamatkan diri dari kejadian mengerikan yang membuat mereka kehilangan ibu (Ayu Laksmi) dan si bungsu Ian (Muhammad Adhiyat), Rini (Tara Basro) dan adik-adiknya, Toni (Endy Arfian) dan Bondi (Nasar Anuz), serta Bapak (Bront Palarae) tinggal di rumah susun.
Mereka percaya tinggal di rumah susun aman, karena ada banyak orang jika terjadi sesuatu daripada tinggal di desa. Jika ada sesuatu yang menimpa mereka akan lebih mudah untuk menyelamatkan diri.
Namun, mereka segera menyadari bahwa tinggal bersama banyak orang mungkin juga sangat berbahaya, jika mereka tidak sangat mengenali siapa saja yang menjadi tetangga mereka.
Pada sebuah malam penuh teror, Rini dan keluarganya harus kembali menyelamatkan diri. Tapi, kali ini, mungkin sudah terlambat untuk lari.
Seperti diketahui film garapan Joko Anwar itu menjadi film pertama dari Indonesia dan Asia Tenggara yang telah menjalani proses Digital Remastering (DMR)menggunakan teknologi IMAX dan ditayangkan di wilayah ASEAN.
Dengan menggunakan teknologi IMAX inilah penontin akan merasakan pengalaman sinematik yang lebih memuaskan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri




