Marsha Aruan Dapat Pelajaran Berharga Dari Film Ratu Dansa

AKURAT.CO Artis Marsha Aruan kembali hadir dengan film terbarunya berjudul Ratu Dansa.
Berperan sebagai Hira, Marsha Aruan harus tampil berbeda. Salah satunya harus mengucapkan sejumlah kata yang terkenal pada tahun 90-an di film yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo itu.
Mantan kekasih El Rumi itu mengaku pelafalan kata yang dilakukannya dalam film tidak terlalu terbawa ke kehidupan sehari-hari Marsha Aruan.
"Kebetulan kalau slogan itu di lokasi saja, saat syuting aja, setelah itu ya tertimbunlah jargon itu. Sekarang saja lupa, enggak nempel," kata Marsha Aruan usai konferensi pers film Ratu Dansa di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (17/12/2022).
Artis berusia 24 tahun itu mengaku film ini memberikan pelajaran yang cukup berarti baginya. Marsha Aruan menegaskan bahwa kini dirinya lebih memperhatikan untuk membagi waktunya antara pekerjaan dengan keluarga.
"Jadinya mungkin buat aku pribadi ya jadi lebih menghargai waktu aja sih, untuk lebih meluangkan waktu," tuturnya.
"Mungkin kalau kemarin banyakan sibuk, pikirannya kerja terus enggak mikirin keluarga. Maksudnya ya kalau ada waktu keluarga cuma haha-hihi doang udah kerja," jelas Marsha Aruan.
Kini Marsha Aruan lebih bisa memanfaatkan waktu bersama dengan orang-orang terkasihnya.
"Tapi sekarang lebih memanfaatkan waktu yang ada supaya bisa bareng-bareng sama orang yang disayang," pungkasnya.
Film Ratu Dansa tidak hanya menceritakan soal Hira yang diperankan Marsha Aruan, juga ada Hana (Davina Karamoy). Dua gadis muda yang hidup di era cukup berbeda yakni tahun 1995 dan 2022.
Sama-sama menjalani kehidupan yang dilema saat muda, mereka berharap adanya keajaiban yang menjawab harapan masing-masing. Sebuah bintang jatuh muncul dan membawa Hira hadir di kehidupan Hana, yang merupakan anaknya di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini



