Akurat Logo

Usaha Bangkrut Hingga Jatuh Sakit, Yadi Sembako Mengaku Alami Mati Suri

Sri Agustina | 9 Juni 2022, 12:33 WIB
Usaha Bangkrut Hingga Jatuh Sakit, Yadi Sembako Mengaku Alami Mati Suri

AKURAT.CO, Lama tak terdengar kabarnya, komedian Yadi Sembako ternyata tengah menghadapi ujian berat. Usaha yang dirintisnya harus bangkrut saat pandemi melanda hingga membuatnya jatuh sakit.

Menjelang bulan Ramadhan, pemilik nama asli Suryadi Ishaq itu harus mengalami kambuh pada sakit lambung yang sudah dideritanya. Setelah diperiksa, ternyata Ia miliki riwayat gula yang merupakan keturunan dari keluarga.

“Waktu itu gulanya 367, ngedrop," ujar Yadi Sembako saat menjadi bintang tamu acara Rumpi Trans TV, Rabu (8/6).

Namun saat gula Yadi Sembako sudah mulai kembali normal, Ia merasa kondisi badannya tetap dalam keadaan yang kurang stabil.

“Sesudah lebaran, gula darah hampir normal. Tapi nggak tahu kenapa, saya menggigil dari siang," tuturnya.

Pihak keluarga merasa ada yang janggal dengan kondisi tubuh Yadi Sembako pun akhirnya memutuskan untuk membawanya ke Rumah Sakit.

“Mata sudah berat, tapi menangis. Ngomongnya ngaco," ucapnya.

Sesampainya di Rumah Sakit dan usai jalani pemeriksaan hingga adanya diagnosa, justru Yadi menyebut dirinya diperbolehkan pulang oleh dokter.

"Mungkin tahu ya, sudah lemah atau apa, daripada meninggal di sini lu, gitu mungkin ya," kenangnya.

Setibanya dikediamannya, kondisi Yadi Sembako justru semakin menurun. Bahkan pihak keluarga menyebut Yadi sempat tidak sadarkan diri selama kurang lebih satu jam lima belas menit.

"Anak, keluarga sudah pada nangis," katanya.

Yadi Sembako menyebut peristiwa yang dialaminya itu mati suri, Ia bahkan mengambil pelajaran berharga atas peristiwa yang dialaminya.\

"Hikmahnya, saya ini masih dikasih kesempatan sama Allah menata hidup saya lagi," ucapnya.

Saat menjadi bintang tamu dalam acara Brownis pada Jum’at (3/6), Yadi menyebut kejadian mati surinya membuat Ia berada dalam kawasan yang cukup asing.

"Tempatnya nggak asing gitu, kayak di Arab, tapi nggak tahu di mana, orang-orang pakai jubah-jubah, sorban imamah gitu, dalam perjalanan ada dua orang senyum sama saya," ungkapnya.

“Saya kenal sama dua orang ini. Almarhum KH Zaini bin Abdul Gani, yang sebelum covid saya selalu menyempatkan hadir setahun sekali di acara (haul) beliau, saya lihat satu lagi Gus Anom," sambungnya.

Dalam mati surinya, Yadi mengungkapkan bahwa dua orang tersebut menyuruhnya untuk kembali pulang.

“Mereka senyum, beliau-beliau ini bilang 'balik Yadi balik, belum waktunya' saya terus bangun. Sampai sekarang masih terngiang-ngiang (suara mereka), di situ tuh adem gitu Pak Ruben," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.