Edy Mulyadi Diduga Hina Kalimantan, Terry Putri: Kalimantan Pulau Kaya Raya

AKURAT.CO, Artis Terry Putri ikut mengomentari terkait Caleg PKS Edy Mulyadi yang diduga menghina Kalimantan. Pemilik nama asli Terry Naharyana Enaniey Putri itu pun melalui akun instagram pribadi menyampaikan kekesalannya terhadap pernyataan Edy Mulyadi.
"Mungkin saya 1 dari sekian banyak 'hanya monyet', yg anda bilang tanah kelahirannya tempat 'jin buang anak' pak," tulis Terry pada unggahannya Minggu (23/1).
Wanita yang kini masih berusia 42 tahun itu juga mengungkapkan rasa bangganya karena lahir di pulau yang disebut-sebut sebagai pula kaya raya dan memiliki masyarakat yang bertutur kata baik.
"Tapi pulau kaya raya itulah yg membuat banyak dr kami sukses, berakhlak mulia & hanya berkata baik," ungkapnya.
Sebelumnya telah beredar video, yang memperlihatkan Edy Mulyadi diduga menghina wilayah Kalimantan.
“Ini ada sebuah tempat elit, punya sendiri, yang harganya mahal, punya gedung sendiri, lalu dijual, pindah ke tempat jin buang anak," kata Edy Mulyadi dalam video yang beredar di media sosial.
Tidak hanya itu, Edy juga mengungkapkan jika warga Kalimantan merupakan Kuntilanak dan Genderuwo.
“Pasarnya siapa, kalau pasarnya kuntilanak genderuwo ngapain bangun disana," ujarnya.
Namun diketahui, Edy Mulyadi kini sudah meminta maaf dan melakukan klarifikasi terkait ucapannya mengenai Kalimantan. Dirinya meminta maaf melalui Youtube BANG EDY CHANNEL yang diunggah pada Senin (24/1).
"Jadi itu samar sekali ya, tapi tetap gimanapun juga, saya tetap minta maaf, kalau apa-apa yang ternyata ucapan saya mengenai tempat jin buang anak dianggap melukai," ujarnya.
Dirinya menilai jika istilah 'tempat jin dan buang anak' merupakan kalimat yang umum di Jakarta. Edy mencontohkan, Monas dan Bumi Serpong Damai (BSD) di tahun 80-90 merupakan tempat yang kerap disebut sebagai 'tempat jin buang anak'.
"Jangankan Kalimantan, istilah kita mohon maaf ya, Monas itu dulu tempat 'jin buang anak'. BSD Bumi Serpong Damai itu tahun 80-90an masih 'tempat jin buang anak' istilahnya," jelasnya.
Sebelum Edy Mulyadi, Anggota DPR Arteria Dahlan juga melakukan dugaan yang dianggap rasis. Arteria memberikan komentar terkait Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati), yang menggunakan bahasa sunda pada saat rapat.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat




