Akurat Logo

Hari Pahlawan Nasional, Ramzi: Penguasa Harus Lanjutkan Perjuangan

Astriani | 10 November 2020, 18:15 WIB
Hari Pahlawan Nasional, Ramzi: Penguasa Harus Lanjutkan Perjuangan

AKURAT.CO, Masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional setiap 10 November. Hari penuh perjuangan ini ditetapkan presiden pertama Indonesia, Soekarno melalui Keppres nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959.

Memaknai Hari Pahlawan Nasional, presenter Ramzi berharap dirinya serta masyarakat lain bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, berguna untuk bangsa dan Tanah Air.

"Selamat hari pahlawan, mudah-mudahan kita bisa lebih baik lah. Buat saya pribadi, keluarga, saudara, tetangga, sanak family, sampai seluruh masyarakat Indonesia bisa lebih baik lagi," ujar Ramzi di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (10/11).

"Apalagi disaat pandemi gini kan, belum selesai. Disaat kita lagi Prihatin. Mudah-mudahan kita bisa jadi manusia, bangsa yang lebih baik lagi," lanjutnya.

Ramzi menjelaskan di momen bersejarah ini seharusnya para penguasa bisa mengambil manfaat dari perjuangan para pahlawan terdahulu, yang memerdekakan Indonesia dari penjajah.

"Kalau saya kan notabenenya sebagai warga negara biasa. Seharusnya yang bisa mengambil hikmah dari Hari Pahlawan ini, para mereka yang mendapatkan amanah (untuk memimpin Indonesia). Bagaimana mereka melanjutkan perjuangan para pahlawan," jelasnya.

Melihat banyak ketimpangan sosial di masyarakat,  Ramzi khawatir perjuangan para pahlawan akan terbuang sia-sia.

"Jangan sampai sesepuh, para pahlawan kita yang sudah mengorbankan dirinya, keluarganya, semuanya untuk negara Indonesia," katanya.

"Tapi akhirnya pemimpin kita yang mendapatkan amanah saat ini, akhirnya menggugurkan perjuangan beliau-beliau semua para sesepuh dan para pendiri bangsa. Mudah-mudahan tidak," tukasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Astriani
A
Editor
Agussalim