Akurat Logo

Situs Besar di Jepang Mengalami Kerusakan Gara-gara Penonton Anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Membludak

Arrayyan Nurrochim | 16 Oktober 2020, 11:15 WIB
Situs Besar di Jepang Mengalami Kerusakan Gara-gara Penonton Anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Membludak

AKURAT.CO, 'Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba' merupakan seri manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Koyoharu Gotge yang sangat populer. Bahkan penjualan komiknya melampaui One Piece saking terkenalnya.

Kepopuleran tersebut juga berlaku untuk film layar lebarnya yang berjudul 'Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba - Mugen Train'. Film yang rencananya akan tayang pada 16 Oktober 2020 ini sangat dinantikan secara antusias oleh penggemarnya.

Terbukti, tiket penjualan yang melalui pemesanan membuat harus saling berebut. Akibatnya, membludaknya pemesanan tiket menyebabkan beragam situs terbesar yang ada di Jepang mengalami kerusakan.

Hal itu terjadi setelah dibukanya pemesanan film tersebut. Media sosial terutama Twitter langsung dipenuhi oleh hashtag yang berkaitan dengan anime ini. Para penggemar menyuarakan kekesalan terhadap melambatnya akses ke situs-situs bioskop.

Kimetsu no Yaiba menceritakan tentang Tanjiro Kamado, seorang anak laki-laki yang menjadi pembasmi iblis setelah keluarganya dibantai. Tanjiro bekerja sama dengan adik perempuannya, Nezuko, yang berubah menjadi iblis. Komik ini dimuat berseri dalam majalah Weekly Shnen Jump sejak bulan Februari 2016 hingga Mei 2020.

Sementara filmnya, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba - Mugen Train mengangkat pertarungan antara pembasmi iblis dengan Enmu, anggota terakhir Lower Moons. Enmu memiliki kemampuan unik di mana ia dapat membuat orang tertidur dan bermimpi.

Dalam film ini, Enmu menggunakan kekuatannya tersebut untuk meneror 1 gerbong kereta. Selain pertarungan dengan musuh yang memiliki kemampuan menarik, Mugen Train juga akan menghadirkan sang pilar api, Kyojuro Rengoku.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.