Akurat Logo

Kirana Larasati Nilai Aksi Prank Ferdian Paleka Tidak Berkeprimanusiaan

Khaerul S | 4 Mei 2020, 13:10 WIB
Kirana Larasati Nilai Aksi Prank Ferdian Paleka Tidak Berkeprimanusiaan

AKURAT.CO, YouTuber Ferdian Paleka mendapat banyak hujatan setelah dirinya melakukan prank memberi sembako berisi sampah pada transpuan alias waria di jalanan Kota Bandung, Jawa Barat.

Artis peran Kirana Larasati pun turut mengecam aksi prank Ferdian Paleka tersebut. Lewat Instagram Story-nya, Kirana membagikan tangkapan layar pemberitaan tentang aksi prank Ferdian.

"Blocked and reported," tulis Kirana, dikutip AKURAT.CO, Senin (4/5).

Kirana menegaskan jika Ferdian tak seharusnya membuat konten seperti itu. Pasalnya, hal tersebut dinilai tidak berperikemanusian, apalagi dalam kondisi sulit saat ini.

"Speechless. This got me my nerves," tulis Kirana.

Kirana Larasati mengomentari aksi prank Ferdian Pa. INSTAGRAM.COM/kiranalarasati

Kirana pun menyebut Ferdian tidak punya hati karena telah menghina oranglain.

"Kalau tidak bisa membantu membantu sebaiknya tidak menghina. Apa yang telah dia lakukan telah menghina perikemanusiaan. Memalukan. Menjijikkan. Kok bisa-bisanya manusia tidak punya hati," imbuh Kirana.

Diketahui, YouTuber Ferdian Paleka membuat prank bermodus membagi-bagikan sembako kepada mereka. Namun ternyata, isi sembako tersebut adalah sampah dan batu.

Ferdian sendiri sudah menghapus video prank berjudul 'Prank Kasih Makanan ke Banci CBL' tersebut. Namun, penggalan videonya sudah banyak diunggah ulang di berbagai platform media sosial.

Sekedar informasi, empat waria yang menjadi korban prank Ferdian mengaku tak terima dengan aski prank Ferdian. Mereka lantas melaporkan hal yang menimpa mereka ke Satreskrim Polrestabes Bandung.

Keempatnya yakni, Sani (nama panggilannya), Dini (56) alias Dani, Luna (25) dan Pipiw (30).[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A