KKP Jajaki Kerja Sama Penjaminan Mutu Hasil Perikanan dengan Singapura
Demi Ermansyah | 28 November 2024, 19:02 WIB

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjajaki kerja sama strategis dengan Singapura untuk meningkatkan penjaminan mutu hasil perikanan, guna memperkuat daya saing produk laut Indonesia di pasar internasional.
Kepala Badan Pengawasan dan Pengendalian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) KKP, Ishartini mengatakan sejumlah poin kerja sama yang akan dijajaki meliputi potensi peningkatan kapasitas pengujian, post market surveillance, risk profile establishment serta pertukaran infomasi unit pengolahan ikan dan sertifikasi mutu dengan Singapore Food Agency (SFA).
"Hal ini karena Indonesia telah memenuhi persyaratan European Union (EU) serta mendapatkan pengakuan (recognition) dari Komisi EU melalui Commission Decision (CD) Nomor 324/94," kata Ishartini dikutip Kamis (28/11/2024).
Baca Juga: Angkatan Kerja di Agustus 2024 Naik 4,4 Juta Orang, Terbanyak di Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
Ishartini mengatakan bahwa Singapura menganggap sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan (SJMKHP) yang berlaku di Indonesia setara negara maju. Ishartini menambahkan, SFA juga memandang positif kerja sama berupa mutual arrangement yang bersifat resiprokal atau timbal balik.
Terlebih selama ini Singapura menjadi salah satu pasar ekspor perikanan Indonesia, namun hingga kini belum ada kerja sama terbentuk guna meningkatkan hubungan perdagangan produk perikanan yang menguntungkan kedua pihak.
"Tentu ini momentum karena SFA juga mengajak KKP untuk menjajaki kerja sama akses pasar dalam pola impor untuk re-ekspor dengan menambah lokus diversifikasi usaha perikanan yang menyerap tenaga kerja," katanya.
Karenanya, untuk menindaklanjuti rencana kerja sama ini, baik BPPMHKP maupun SFA sepakat untuk mengadakan konsolidasi internal masing-masing. Ishartini mengatakan konsolidasi tersebut ditujukan untuk merumuskan usulan ruang lingkup kerja sama.
"Sesuai pertemuan awal kami berkoordinasi dan direncanakan akan dilakukan pertemuan kembali," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bertemu dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng di Kantor KKP pada Jumat, 22 November 2024. Dalam pertemuan itu, Menteri Trenggono mengaku serius menjalankan lima program utama ekonomi biru.
“Kami sangat serius menjalankan lima program ekonomi biru, dan Pak Dubes Singapura sepenuhnya akan berkolaborasi dengan Indonesia di berbagai bidang,” kata Menteri Trenggono.
Di sektor perikanan, Menteri Trenggono, KKP telah mengembangkan modeling penangkapan ikan terukur di perairan Timur Indonesia. KKP juga membangun modeling budi daya berkelanjutan untuk komoditas unggulan ekspor, yakni udang, rumput laut, tilapia, dan lobster.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









