Garam Amed Bali Raih Penghargaan Indikasi Geografis dari Uni Eropa

AKURAT.CO Dalam rangka eksplorasi dan memperkuat hubungan antara Indonesia dengan Eropa dalam sektor agripangan, Uni Eropa menggelar forum bisnis dengan judul “European Agri-Food Business Mission to Indonesia" di Jakarta, Senin (28/10/2024).
Pada forum ini, European Commision juga menyerahkan piagam kepada produk-produk yang memiliki Indikasi Geografis (Geographical Indication). The European Commissioner for Agriculture, Janusz Wojciechowski menyatakan bahwa Indikasi geografis menjadi salah satu sertifikat penting yang menjamin kualitas dan mutu produk.
"Indikasi geografis tidak hanya tentang produk lokal, tetapi juga tentang kualitas, keamanan pangan, dan mutu. Seperti Uni Eropa, Indonesia juga memiliki banyak potensi produk (IG) yang dapat dilindungi di tingkat Uni Eropa," ujar Janusz dikutip Rabu (13/11/2024).
Baca Juga: Inovatif di Bidang ESG, BTN Raih Penghargaan Global Retail Banking Innovation Award 2024
Memperkuat yang telah disebutkan Janisz, Direktur Kerja Sama dan Edukasi Yasmon yang mewakili Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual menyatakan sertifikasi ini digunakan untuk mendukung perkembangan dari produk-produk bersertifikasi Indikasi Geografis ini.
"Uni Eropa, melalui program Trade Cooperation Facility (TCF) telah berperan aktif dalam mendukung Indonesia untuk mengembangkan dan mempromosikan produk IG dengan memberikan bantuan teknis, pengembangan kapasitas, dan peluang akses pasar bagi produk IG Indonesia," tutur Yasmon.
Garam Amed Bali terpilih sebagai salah satu produk berindikasi geografis asal Indonesia bersama dengan dua produk lain, yakni Lada Putih Muntok dan Kopi Gayo.
Upaya pengembangan produk yang diproduksi oleh Koperasi Masyarakat Perlidungan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Amed Bali ini tidak luput dari pendampingan yang dilakukan oleh Platform Usaha Sosial (PLUS).
PLUS telah menunjang kemajuan Koperasi MPIG Garam Amed sejak tahun 2019. Dalam kesempatan tersebut, PLUS ikut mendorong perbaikan tata kelola dan peningkatan kemampuan bisnis para petani garam.
Hingga saat ini, Garam Amed Bali dengan Indikasi Geografisnya telah digunakan di berbagai hotel dan restoran, serta menjadi salah satu sumber penghidupan bagi petani garam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan









