Hyundai Rogoh Kocek Rp31,3 T untuk Investasi Pabrik Baterai di Cikarang dan Karawang

AKURAT.CO Hyundai berinvestasi senilai USD3 miliar setara Rp31,29 triliun (kurs Rp15.646 per dolar AS) untuk membangun pabrik sel baterai dan battery system kendaraan listrik di Karawang dan Cikarang.
Langkah Investasi ini tidak hanya akan memperkuat posisi Hyundai di pasar otomotif global tetapi juga akan menjadi tonggak penting dalam mendorong elektrifikasi industri otomotif di Indonesia.
Pabrik-pabrik ini diharapkan mampu memproduksi komponen baterai untuk lebih dari 150.000 unit EV per tahun serta 50.000 unit Battery System Assembly.
Baca Juga: Jadi Raja Mobil Listrik 2023, Hyundai Hadirkan Edisi Spesial Ioniq 5 Batik di IIMS 2024
Hyundai juga merencanakan perluasan 200 stasiun pengisian di seluruh Indonesia. Langkah ini akan membantu memastikan ketersediaan infrastruktur pengisian yang memadai bagi pengguna kendaraan listrik di berbagai wilayah Indonesia, yang pada gilirannya akan mendukung adopsi kendaraan listrik secara luas.
"Hyundai akan menyediakan jaringan charging station di lebih dari 200 titik, termasuk Ultra Fast Charging Station tercepat di Indonesia, dan akan diperluas ke lebih banyak wilayah," kata manajemen Hyundai dalam keterangan tertulis, Jumat (16/2/2024).
Hyundai juga berencana meningkatkan kapasitas produksi mobil listrik hingga 70.000 unit pada tahun 2024. Dengan demikian, Hyundai akan menjadi pelopor dalam memproduksi kendaraan listrik dengan komponen lokal untuk pertama kalinya di Indonesia.
Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya hilirisasi yang digaungkan pemerintah guna memberikan dorongan besar bagi industri manufaktur lokal.
Dalam sebuah pernyataan, perwakilan Hyundai menegaskan komitmen perusahaan untuk memimpin elektrifikasi industri otomotif di Indonesia. Mereka juga menegaskan bahwa investasi besar ini tidak hanya akan membawa manfaat ekonomi bagi Hyundai tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
"Investasi Hyundai di Indonesia tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur produksi dan pengisian, tetapi juga melibatkan kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan lokal," tulis manajemen.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Hyundai berupaya menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam mendorong elektrifikasi industri otomotif di Indonesia.
Diharapkan bahwa langkah-langkah ini akan menjadi pendorong bagi industri otomotif Indonesia untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan, serta membuka peluang baru dalam hal inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









