Tidak Terpengaruh Pro Kontra yang Ada, H&H Skincare Tetap Gunakan TikTok Untuk Kembangkan Bisnisnya

AKURAT.CO TikTok Shop resmi beroperasi kembali setelah mengakuisisi Tokopedia pada Selasa (12/12/2023) yang lalu. Kembalinya TikTok Shop ini mencuri perhatian dari berbagai kalangan.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai kejadian itu menyalahi aturan lantaran platform tersebut tidak memisahkan layanan media sosial dengan niaga elektronik atau e-commerce.
"Butuh lebih dari sekedar Permendag untuk bisa mengatur hal ini," ujar Nailul dikutip Kamis (21/12/2023).
Nailul menyebut, aturan tersebut tertuang dalam Permendag Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Akan tetapi, Nailul menilai regulasi tersebut tidak cukup untuk mengatur persoalan ini.
Baca Juga: Jelang Hari Ibu, Berikut Peran Ibu Bagi Anak-Anaknya dalam Al-Quran
Sementara itu mantan Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Arsjad Rasjid, mengingatkan agar TikTop Shop ini beroperasi dengan mematuhi regulasi yang ada yaitu Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023.
"Boleh-boleh saja (bermitra) tapi ada tiga hal yang harus dijaga agar sesuai regulasi," kata Arsjad dalam unggahanya di instagram pribadinya.
Tiga hal yang dimaksud Arsjad tersebut menyangkut pemenuhan kebijakan multikanal di e-commerce, kepatuhan terhadap regulasi impor, serta tidak boleh menjual produknya sendiri di platformnya.
Meskipun mendapatkan pertentangan, nyatanya kembali TikTok Shop pada momen Harbolnas 12.12 yang lalu, tetap menjadi atensi masyarakat luas. Melalui digital commerce, TikTok seakan-akan menjadi bukti yang luar biasa atas potensi platform digital dalam mendorong bisnis ke suatu kesuksesan.
Hal inilah yang coba digeluti oleh salah satu UMKM brand kecantikan lokal yang bernama H&H Skincare.
Baca Juga: Jelang Debat Perdana Cawapres, Gen KAMI: Pilpres 2024 Pertarungan Generasi Muda Melawan Elite Tua
Melalui platform tersebut, H&H Skincare telah memanfaatkan kekuatan TikTok untuk menjalin hubungan yang bermakna dengan konsumen, mendorong keterlibatan, dan mencapai pertumbuhan penjualan yang luar biasa.
Perjalanan H&H Skincare di TikTok dimulai dengan visi dari dr. Kamilah Jaidi MARS yang ingin memberikan edukasi tentang bahan-bahan skincare dan cara menemukan produk yang tepat untuk kulit masing-masing.
H&H Skincare ingin menjadi panduan bagi mereka untuk mendapatkan produk tepat tersebut, sehingga bisa akhirnya "glow up".
Dengan memadukan demonstrasi produk, tips perawatan kulit, dan narasi yang menarik, H&H Skincare berhasil menarik perhatian pengguna TikTok, secara efektif manfaat produk yang ditawarkan.
Pendekatan ini tidak hanya memfasilitasi brand awareness yang lebih besar tetapi juga meningkatkan minat dan keingintahuan, mendorong lonjakan keterlibatan pelanggan dan, pada akhirnya, penjualan.
“Memberikan konsultasi selama 24 jam ke banyak pasien secara online tentunya sangat menantang. Di situlah, H&H Skincare mulai melihat potensi melakukan sesi konsultasi ini saat live di TikTok. Interaksi yang real-time dan akses pengetahuan terhadap skincare ini membuat pengguna TikTok semakin menyukai brand H&H Skincare dan percaya bahwa yang ditawarkan brand ini adalah produk berkualitas yang cocok dengan permasalahan kulit masing-masing," ungkap Kamilah Jaidi.
Baca Juga: KPK Tindaklanjuti Laporan PPATK Terkait Transaksi Janggal Pilpres 2024
Dedikasi Kamilah untuk mengedukasi pengguna tentang perawatan kulit wajah pun dilakukan dengan melakukan konsultasi online kepada pengguna TikTok selama 24 jam.
Pengguna bisa bertanya apapun tentang permasalahan kulit wajah yang dialami, dan akan dibantu untuk menemukan produk yang tepat untuk masing-masing permasalahan kulit.
H&H Skincare memanfaatkan keikutsertaannya dalam kampanye Beli Lokal 12.12 untuk berinteraksi kembali dengan pengguna dan memudahkan akses kepada mereka untuk membeli produk H&H Skincare.
Kesuksesan H&H Skincare di TikTok menjadi bukti nyata dari pengaruh besar platform digital dalam membentuk masa depan perdagangan.
Hal ini menggarisbawahi peluang tak terbatas yang tersedia bagi pelaku usaha yang piawai dalam memanfaatkan kekuatan platform digital untuk menumbuhkan kesadaran merek (brand awareness), mendorong partisipasi dan penjualan, sehingga membawa usaha mereka ke level kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









