Akurat Logo

Pemerintah Diminta Konsen Soal Risiko Inflasi Pangan

Aris Rismawan | 24 Februari 2023, 06:14 WIB
Pemerintah Diminta Konsen Soal Risiko Inflasi Pangan

AKURAT.CO, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo meminta pemerintah konsen terhadap risiko inflasi pangan dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhnya seperti stok, produksi, dan kondisi atau kualitas stok pangan.

Diketahui, salah satu risiko global yang masih mengancam di tahun 2023 hingga periode waktu jangka menengah yaitu risiko inflasi pangan. 

"Meminta pemerintah mengendalikan dan memantau komoditas dan harga pangan di pasaran, utamanya komponen pangan yang cukup besar dalam Indeks Harga Konsumen seperti beras, tepung terigu, mi instan, dan lainnya, agar dipastikan harga komoditas pangan sesuai dengan harga eceran tertinggi yang berlaku," kata Bamsoet, demikian Ketua MPR ini disapa, Kamis (23/2/2023)

Untuk itu, menurut Bamsoet, pemerintah dalam masa peningkatan produksi pangan yaitu selama musim panen besar pada Maret-April 2023, memanfaatkan momentum peningkatan produksi pangan utamanya beras, untuk dapat diserap guna memenuhi kebutuhan konsumsi dan akumulasi stok pangan.

Selain itu, pemerintah perlu memperbaiki dan menyiapkan mekanisme intervensi pasar yang efektif dengan matang, dan mempersiapkan anggaran yang memadai guna menjaga produksi pangan maupun intervensi di pasar. Meskipun, beban fiskal penanganan inflasi pangan diperkirakan akan meningkat tetapi efek positifnya akan tinggi.

Kemudian, pemerintah harus mempertimbangkan perubahan iklim dan cuaca yang saat ini tidak menentu dan berfluktuasi, dikarenakan perubahan iklim dan cuaca merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi pangan.

"MPR meminta pemerintah mempunyai strategi cadangan untuk mengatasi dampak stok dan produksi pangan selama perubahan iklim dan cuaca yang belakangan ini cenderung tidak menentu," demikian kata Bamsoet.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
A