Akurat Logo

Kemendag Sebut Buah Naga Miliki Prospek Cerah Untuk Diekspor

| 20 Januari 2023, 17:35 WIB
Kemendag Sebut Buah Naga Miliki Prospek Cerah Untuk Diekspor

AKURAT.CO Setelah berhasil ekspor perdana untuk produk ikan sarden kaleng, kali ini potensi ekspor buah naga Indonesia asal Banyuwangi dinilai memiliki prospek ekspor yang tak kalah bagusnya.

Dilansir Akurat.co dari akun Instagram Kementerian Perdagangan (Kemendag), @kemendag, Jumat (20/1/2023), salah satu buah tropis Indonesia tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Maka dari itu, Kemendag berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk terus mengembangkan potensi daerah dan mempermudah akses ekspor komoditas unggulan tersebut.

Kemendag bersama instansi lainnya juga terus bekerja sama memfasilitasi produk petani agar bisa dieskpor ke luar negeri, serta mengingkatkan akses pasar produk dalam negeri.

Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan, Kabupaten Banyuwangi merupakan daerah pemasok buah naga terbesar di Indonesia.

"Potensi buah naga di Banyuwangi akan diperkuat secara nasional dan bisa mendunia. Diperlukan kolaborasi semua pihak dalam mendukung petani agar berkembang," ujar Mendag Zulhas.

Kabupaten Banyuwangi memiliki lahan perkebunan buah naga sekitar 3.786 hektare dan mampu menghasilkan buah sebanyak 82.544 ton per tahun.

Tren ekpor buah naga di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2017-2021 sebesar 20,39 persen.

Pada periode Januari-Oktober 2022, nilai ekspor buah naga mengalami kenaikan hingga 50,63 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari total transaksi ekspor buah naga tersebut pada periode ini mencapai USD391.000 dengan kuantitas sebanyak 266 ton.

Tiongkok, Hong Kong, Malaysia, Kuwait, Timor Leste, Qatar dan Arab Saudi, menjadi tujuan utama ekspor buah naga asal Indonesia. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.