Akurat Logo

Mendag Siapkan Intervensi Khusus Untuk Turunkan Harga Kedelai

Maria Gabrielle | 7 Januari 2023, 19:54 WIB
Mendag Siapkan Intervensi Khusus Untuk Turunkan Harga Kedelai

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap melakukan intervensi khusus untuk menurunkan harga kedelai di pasaran.

"Seperti yang kita tahu harga kedelai di pasaran masih tinggi sekali, meski pemerintah sudah menugaskan Bulog untuk impor. Ini jadi salah satu perhatian kita," kata Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, saat meninjau Pasar Pasir Gintung, Bandarlampung, Sabtu (7/1/2023).

Dia menjelaskan bahwa dengan masih tingginya harga kedelai di pasaran maka dalam pekan depan akan dilakukan intervensi khusus.

"Untuk itu akan ada rapat lagi minggu depan. Nanti akan ditelusuri kenapa harganya tidak turun serta kalau ada kesulitan akan kita datangi langsung dan tanya kesulitan di mana," jelas Mendag.

Menurut dia, saat ini harga kedelai di pasaran berkisar Rp13 ribu sampai Rp14 ribu per kilogram.

"Kalau proses impor kedelai Bulog terlaksana dengan baik harga jual bisa hanya Rp11 ribu per kilogram dari harga sekarang yang mencapai Rp13 ribu per kilogram," ujar Mendag.

Dia berharap dengan adanya upaya tersebut dapat segera menurunkan harga kedelai di pasaran, serta mempermudah perajin tempe-tahu untuk berusaha.

Dilansir Antara, berdasarkan data Perum Bulog Devisi Regional Lampung pada 2022 kebutuhan kedelai Lampung yang telah tersalurkan ke Puskopti berdasarkan tahapan meliputi tahap pertama April 2022 dengan pagu sebanyak 4.568 ton telah terealisasi 8,9 persen atau 409 ton, lalu Mei pagu sebanyak 2.862 ton terealisasi 800 ton atau 27 persen.

Selanjutnya Juni, nilai pagu 2.800 ton terealisasi sebesar 50 persen atau 1.450 ton, Juli dengan pagu 2.800 ton sudah terealisasi 1.180 ton atau 41 persen.

Di tahap kelima pada Oktober pagu 2.000 ton realisasi 1.500 ton atau 75 persen dan pada November dari pagu 2.000 ton realisasi 870 ton.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
W
Editor
Wahyu SK