AKURAT.CO Pengamat politik Lucius Karus menilai Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak sangat berdampak positif untuk mencegah inflasi hingga resesi.
Dia mengatakan BLT seperti obat bagi Indonesia yang berpotensi sakit karena situasi ekonomi yang tidak menentu.
"Tentu termasuk dalam menghadapi inflasi hingga resesi. BLT jadi semacam obat penenang saja utk meredam gejolak," ujar Lucius kepada wartawan.
Lucius juga menilai langkah pemerintah merubah subsidi BBM ke BLT juga bisa dianggap sebagai langkah yang populis.
Lebih lanjut, Lucius mengingatkan BLT merupakan solusi jangka pendek. Namun, dia menegaskan BLT memang cukup ampuh untuk menenangkan kecemasan publik khususnya masyarakat kurang mampu.
Sehingga dia mendorong pemerintah mengalihkan subsidi BBM untuk sektor lain yang lebih produktif karena BLT tak bisa diandalkan sebagai senjata utama.
"Jadi ini sifatnya terobosan reaktif saja untuk meredam gejolak akibat kondisi perekonomian yang sulit. Ini bukan solusi ampuh untuk ketahanan perekonomian jangka panjang," ujar Lucius. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan





