Indonesia Miliki Cadangan Gas Bumi Melimpah, Pengamat: Regulator Jangan Sampai Salah Kelola!

AKURAT.CO, Indonesia dikenal memiliki cadangan energi yang cukup menjanjikan, akan tetapi sampai dengan saat ini energi andalan Indonesia masih terkonsentrasi pada energi fosil seperti bahan bakar minyak (BBM) dan batu bara.
Padahal selain kedua energi andalan pemerintah tersebut, masih ada energi yang sangat baik untuk dijadikan tumpuan utama masyarakat Indonesia ke depan. Salah satunya energi gas bumi yang jumlahnya cadangan yang cukup besar, berdasarkan data neraca gas bumi Indonesia 2018-2027 tercatat cadangan gas bumi Indonesia berkisar pada angka 142,72 triliun Standart Cubic Feet (TSCF).
Akan tetapi untuk memaksimalkan penggunaan energi gas bumi tidak mudah, hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk menjadikan energi gas bumi tersebut menjadi energi andalan ke depan.
Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan cadangan gas bumi Indonesia bukan yang terbesar jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia yang juga memiliki cadangan gas bumi. Karena itu, dalam memaksimalkan potensi gas bumi ini pemerintah memiliki tantangan terkait dangan kemampuan dunia industri dalam menyerap energi gas bumi ini.
Sebab jika energi gas bumi tersebut tidak dikelola dengan benar dan pasar tidak mendukung untuk menyerap energi gas bumi. Maka optimalisasi yang dilakukan pemerintah bakal sia-sia, sebab nantinya gas bumi akan diserap dengan harga rendah dipasaran.
"Cadangan gas kita ini bisa dikatakan tidak terlalu besar dibandaingkan cadangan dunia. Dengan jumlah saat ini memang belum optimal dalam pemanfaatannya. Hanya saja kita juga mesti melihat kemampuan pasar dalam menyerap gas kita. Jangan sampai nanti kita optimalisasi tapi penyerapan kurang. Yang ada harga gas kita akan jatuh,"ujarnya di Jakarta, Rabu (19/6/2019).
Sementara itu, Pengamat Ekonomi UGM Fahmy Radhi mengungkapkan menurut catatannya cadangan energi gas bumi masih besar namun belum mampu dimaksimalkan oleh pemerintah lantaran kondisinya di lepas pantai. Sehingga cukup sulit bagi perusahaan selaku operator untuk mengelolanya, hanya sajasedikit demi sedikit masalah tersebut mulai diselesaikan.
"Memang cadangan terbukti masih besar. Tetapi keberadaannya di lepas pantai dan bagian timur, sehingga dibutuhkan teknologi dalam eksplorasi dan eksploitasi,"pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan



