Pertamina Tegaskan Impor Energi dari AS Lewat Tender Terbuka

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa rencana peningkatan impor energi dari Amerika Serikat dilakukan melalui mekanisme bisnis yang berjalan normal atau business as usual (BAU), tanpa skema penunjukan langsung.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa secara teknis proses pengadaan energi, baik crude oil maupun produk turunannya, tetap dilakukan melalui mekanisme tender dan bidding terbuka sebagaimana praktik yang selama ini dijalankan perseroan.
“Jadi sudah seperti yang kami jalankan selama ini. Yang kami jalankan selama ini tentunya proses ini akan melalui mekanisme tender dan bidding. Jadi tidak ada penunjukan langsung, tetapi seperti biasa mekanisme tender dan bidding yang tentunya terbuka,” kata Simon dalam konferensi pers di AS dikutip, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga: RI–AS Sepakat Soal Mineral Kritis, Bahlil: Tak Buka Keran Ekspor Bahan Mentah ke AS
Simon menambahkan, Pertamina juga telah melakukan sosialisasi terkait persyaratan dan prosedur bagi perusahaan yang ingin menjadi mitra perseroan. Sosialisasi tersebut dilakukan kepada calon mitra di Amerika Serikat guna memastikan proses berjalan transparan dan sesuai tata kelola perusahaan yang baik.
“Ini yang terus kami lakukan dengan mitra-mitra yang ada di Amerika Serikat, dan tentunya terbuka, transparan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa langkah diversifikasi sumber pasokan energi merupakan bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional.
Sejalan dengan arahan Menteri ESDM, Pertamina perlu memperluas sumber pengadaan crude maupun produk energi untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga yang diperoleh kompetitif. “Dengan demikian tadi selain sumber dari Asia Tenggara, Middle East, dan juga dari Afrika, kita juga melihat peluang yang besar sumber dari Amerika Serikat,” ujar Simon.
Diberitakan sebelumnya, Indonesia bakal melakukan impor komoditas minyak dan gas (Migas) dari Amerika Serikat (AS) sebesar USD15 miliar atau sekitar Rp253 triliun. Adapun, impor tersebut merupakan salah satu poin perjanjian perdagangan timbal balik antara Indonesia dan AS yang ditandatangani pada Jumat (20/2/2026).
Dalam dokumen perjanjian dagang antara AS dan Indonesia, pemerintah akan mendukung dan memfasilitasi pengaturan komersial untuk impor sejumlah komoditas energi utama. Rinciannya meliputi pembelian LPG senilai USD3,5 miliar, impor minyak mentah sebesar USD4,5 miliar, serta pembelian bensin atau BBM senilai USD7 miliar.
“Indonesia akan mendukung dan memfasilitasi pengaturan komersial untuk mengimpor komoditas energi AS senilai USD15 miliar,” dikutip dari dokumen perjanjian dagang tersebut, Jumat (20/2/2026).
Selain migas, Indonesia juga akan meningkatkan impor batubara metalurgi dari AS guna mendukung industri baja dan proses industrialisasi dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







