Segera Beroperasi, Megawati Institute Bakal Jadi Pusat Kajian Kebijakan Strategis

AKURAT.CO Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, meninjau kantor baru Megawati Institute di Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026). Kantor baru ini, ditargetkan akan beroperasi dalam waktu dekat.
Dalam kunjungan itu, Megawati didampingi oleh Direktur Eksekutif Megawati Institute, Hilmar Farid; Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto; Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif yang juga putra Megawati, M.Prananda Prabowo; dan jajaran pengurus lainnya.
"Ini merupakan kunjungan pertama Ibu Megawati ke kantor Megawati Institute yang beberapa hari lalu di Rakernas ditandatangani akte notarisnya. Dalam waktu dekat kantor baru ini akan dioperasikan," kata Hasto, dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Megawati: Kritik Politik Harus Berbasis Data, Bukan Provokasi dan Emosi
Dalam kunjungannya, Megawati mengelilingi beberapa ruangan dan bahkan taman kecil yang terletak di bagian belakang. Dia pun terheran-heran bagaimana hanya dalam waktu 3 hari kantor menjadi representatif. Menjawab keheranan itu, Hasto menceritakan peran Prananda Prabowo.
"Arsiteknya Mas Prananda, sampai harus lembur 3 hari 3 malam. Ini semacam mission impossible," ujar Hasto sambil tertawa.
Selama kunjungan, Megawati banyak berbincang dengan Direktur Eksekutif Hilmar Farid dan memberi arahan. Dia pun sempat memeriksa koleksi buku yang terletak di bagian perpustakaan.
Baca Juga: Lewat Buku Spirit Kemanusiaan, PDIP Angkat Gagasan Mitigasi Bencana ala Megawati
Setelah puas meninjau dan mendengarkan penjelasan soal gedung tersebut, Megawati mengajak semua untuk bicara santai di ruang rapat.
"Ibu Megawati menyampaikan harapan-harapan terhadap Megawati Institute sebagai wadah pemikiran yang berfokus pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945, Pola Pembangunan Semesta dan Berencana, hingga menghadirkan seluruh kepemimpinan strategis Megawati Soekarnoputri khususnya sebagai Presiden Kelima RI yang mampu menyelesaikan krisis multidimensi," urai Hasto.
"Megawati Institute harus menjadi pusat kajian kebijakan strategis melalui kegiatan penelitian, penggalangan tokoh-tokoh intelektual dan cendekiawan, serta mendorong kesadaran berpikir kritis dan dialektis yang diperlukan sebagai penopang peningkatan kualitas kehidupan demokrasi," pungkas Hasto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








