Tanpa Logistik dan Diferensiasi, Partai Gerakan Rakyat Sulit Bersaing di 2029

AKURAT.CO Partai Gerakan Rakyat menjadi pendatang baru dalam kancah perpolitikan nasional.
Optimisme partai ini untuk mengikuti kontestasi Pilpres 2029 dinilai perlu diimbangi dengan persiapan yang matang agar mampu bersaing dengan partai-partai besar yang telah lebih dahulu eksis.
Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menyebut, setidaknya ada tiga faktor utama yang akan menentukan masa depan Partai Gerakan Rakyat.
Faktor pertama adalah legalitas dan penguatan struktur partai, termasuk perumusan visi, misi, serta program kerja yang jelas dan kompetitif.
“Partai harus terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum. Kepengurusan, visi-misi, dan program kerja harus jelas karena akan bersaing dengan partai besar, partai menengah, hingga partai baru lainnya yang juga akan bermunculan,” ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Selasa (20/1/2026).
Faktor kedua berkaitan dengan regulasi dan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Pemilu.
Menurut Ujang, peluang partai juga sangat dipengaruhi oleh aturan main politik yang berlaku serta kualitas kepengurusan dan kader di dalamnya.
“Kita juga harus melihat regulasinya seperti apa, undang-undang pemilunya bagaimana. Banyak faktor yang memengaruhi peluang Partai Gerakan Rakyat ke depan,” jelasnya.
Adapun faktor ketiga adalah logistik politik. Ujang menegaskan bahwa keberadaan tokoh besar saja tidak cukup untuk menjamin keberhasilan partai jika tidak dibarengi dengan dukungan logistik yang memadai.
“Uang juga faktor penting dalam politik. Partai punya tokoh tapi tidak punya logistik bisa tumbuh, tapi juga bisa layu. Sebaliknya, ada logistik tanpa tokoh juga sulit,” katanya.
Lebih lanjut, Ujang menilai Partai Gerakan Rakyat perlu menonjolkan kekhasan dan spesialisasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Diferensiasi menjadi kunci agar partai tidak sekadar menawarkan janji politik tanpa substansi.
“Partai ini harus jelas menawarkan apa kepada publik. Apa visi, misi, dan program yang khas dan berbeda dari partai-partai lain, baik yang sudah eksis maupun yang baru,” tegasnya.
Menurutnya, diferensiasi tersebut penting untuk menarik perhatian publik sekaligus membangun identitas politik yang kuat di tengah persaingan yang semakin ketat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








