Akurat Logo

Tudingan PDIP ke Jokowi Hanya Fitnah, PSI: Pola yang Dipakai Orang-orang Gagal

Atikah Umiyani | 15 Maret 2025, 23:59 WIB
Tudingan PDIP ke Jokowi Hanya Fitnah, PSI: Pola yang Dipakai Orang-orang Gagal

AKURAT.CO Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Beny Papa, angkat bicara menanggapi tuduhan politikus PDIP, Deddy Yevri Sitorus, terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, Deddy menuding Jokowi mengirim utusan untuk meminta agar dirinya tidak dipecat dari PDIP, serta meminta pencopotan Hasto Kristiyanto dari posisi Sekretaris Jenderal PDIP.

Menurut Beny, tuduhan tersebut tak lebih dari fitnah yang dilancarkan oleh pihak-pihak yang frustrasi dan tak siap menghadapi kekalahan.

Baca Juga: PDIP Sindir Jokowi Soal Bantahan Kirim Utusan: Sein Kiri Belok Kanan, Pola Lama yang Berulang

"Apa yang dilakukan Deddy Sitorus dan kawan-kawan di PDIP dengan terus menyerang Pak Jokowi adalah cara-cara murahan. Mereka mencoba menggalang simpati publik dengan menyebarkan hoaks. Ini pola yang biasa dipakai oleh orang-orang yang tidak siap kalah dan pasti gagal," ujar Beny dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (15/3/2025).

Dia juga menegaskan, bahwa persoalan yang menimpa Hasto Kristiyanto adalah murni masalah hukum terkait suap-menyuap dan upaya menghalangi penyidikan. Menurutnya, mengaitkan Jokowi dengan kasus tersebut adalah tindakan yang keliru.

"PDIP selalu mencoba menyeret-nyeret nama Pak Jokowi ke dalam masalah ini. Itu salah alamat. Pak Jokowi tidak punya andil atau kepentingan apapun dalam kasus yang melibatkan Hasto," tegas mantan Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) tersebut.

Dia pun menyarankan, agar Hasto lebih fokus menghadapi masalah hukumnya dan tidak menggunakan para pendukungnya untuk menyebarkan fitnah di tengah masyarakat.

"Biarkan proses hukum berjalan. Jangan pakai cara-cara licik dengan menyebarkan hoaks dan mengadu domba publik," ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Bantah Kirim Utusan ke PDIP, Tantang Buktikan Tuduhan Deddy Sitorus

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo dengan tegas membantah tuduhan yang dilontarkan oleh Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, yang menyebutkan dirinya mengirim utusan untuk meminta PDIP tidak memecatnya.

Jokowi menyatakan, bahwa dia tak pernah mengutus siapa pun untuk menemui PDIP atau menyampaikan pesan tertentu. Dia lantas menantang pihak yang menuduh, untuk menunjukkan bukti atas klaim tersebut.

"Enggak ada (utusan). Ya harusnya disebutkan siapa, biar jelas. Siapa? Siapa?" tegas Jokowi, dalam keterangannya di rumahnya di Sumber, Banjarsari, Jumat (14/3/2025).

Dia menegaskan, tidak memiliki kepentingan apapun untuk mengirimkan utusan ke partainya sendiri. Selama ini, meskipun sering menerima berbagai tuduhan dan fitnah, dia memilih untuk tetap diam.

"Saya itu udah diem lho ya. Difitnah saya diam, dicela saya diam, dijelekkan saya diam, dimaki-maki saya diam. Saya ngalah terus lho, tapi ada batasnya," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.