Gerindra Terbuka untuk Jokowi, Singgung Kongres Februari Mendatang

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, angkat bicara mengenai kemungkinan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), masuk ke Partai Gerindra usai dipecat dari PDI Perjuangan (PDIP).
Mulanya, Muzani menanggapi pertanyaan awak media mengenai apakah ada ajakan dari Presiden RI Prabowo Subianto, kepada Jokowi untuk menjadi kader Partai Gerindra.
"Ya secara spesifik ndak. Cuma prinsipnya kan kalau Gerindra adalah partai terbuka (untuk Jokowi)," kata Muzani di Gedung MPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/12/2024).
Baca Juga: Sudah Jadi Tokoh Bangsa, Jokowi Dinilai Tidak Perlu Berparpol Usai Dipecat PDIP
Dia menegaskan, Jokowi sebagai mantan presiden yang memiliki jasa besar bagi Tanah Air, pasti diterima sepenuhnya oleh partainya jika benar akan bergabung.
"Partai terbuka itu artinya kita terbuka dengan jangankan orang dengan sekaliber Pak Jokowi sebagai mantan presiden yang memiliki jasa dan ketokohan yang semua orang sudah mengakui. Jika beliau mau bergabung tentu bagi kami kehormatan yang amat besar," tegasnya.
Dia juga menyinggung, akan ada Kongres Partai Gerindra pada Februari 2025 mendatang. Dia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Jokowi.
"Karena itu kami merasa mendapatkan kehormatan, tentu saja. Tetapi kan akhirnya terpulang kepada beliau semua. Dan kita akan kongres nanti di bulan Februari 2025," pungkasnya.
Sebelumnya, DPP PDI Perjuangan (PDIP) menanggapi pernyataan terbaru Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), yang mengaku bahwa dirinya masih menyimpan Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP.
Baca Juga: Timses Rido Pastikan Prabowo dan Jokowi Tidak Bahas Gugatan ke MK Saat Bertemu
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan, Jokowi dan keluarganya bukan lagi bagian dari PDIP sejak lama.
"Saya tegaskan kembali bahwa Pak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan," kata Hasto dalam konferensi pers, di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).
Menurutnya, Jokowi sudah tidak lagi sejalan dengan ideologi yang ditanamkan PDIP terhadap seluruh kadernya.
"Karena cita-cita partai yang diperjuangkan sejak pada masa Bung Karno, sejak TNI ketika kita membangun republik ini sudah tidak lagi sejalan di dalam pebicaraan dan praktek-praktek politiknya," jelas Hasto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








