Diskusi Bersama Komunitas Pemuda Islam, Pramono Janji Buka 500.000 Lapangan Kerja di Jakarta

AKURAT.CO Calon gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, menghadiri diskusi dalam acara "Muda Bertanya?" edisi Organisasi Pemuda Islam Jakarta.
Pramono menemui berbagai komunitas pemuda lintas profesi, agama, aktifitas dan organisasi untuk berdiskusi dan membicarakan tantangan penyelesaian sejumlah isu penting di Jakarta, terutama pendidikan dan lapangan pekerjaan.
"Saya memahami betul apa yang menjadi kendala dan keresahan para Pemuda Organisasi Islam terutama kalangan Gen Z dan Milenial yang mengalami perubahan dan pergeseran yang dialami anak-anak muda Jakarta". Kata Pramono Anung di NR Coffee Premium, Condet, Jakarta Timur, Rabu (30/10/2024).
Dia menyampaikan, jika nanti terpilih sebagai pemimpin Jakarta program yang akan diperjuangkan untuk kaum muda milenial yaitu menciptakan lapangan pekerjaan di Jakarta sebanyak 500.000.
Baca Juga: Elektabilitas Terus Naik, Puan Perintahkan Pramono-Rano Tak Berhenti Berjuang
"Maka yang pertama kami lakukan adalah menciptakan 500.000 lapangan pekerjaan yang adil untuk siapapun, termasuk yang berbasis Masjid sebagai wadah berkumpulnya para aktifis pemuda Islam, seperti adanya wifi di Masjid serta mendukung adanya kegiatan UMKM," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Muda Pramono-Rano (GEMAPRO), Adam Sukiman, mengatakan generasi muda Jakarta membutuhkan sosok pemimpin yang bisa membawa harapan anak muda yang mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik.
"Kami melihat bahwa gagasan yang dibangun oleh mas Pram dan Bang Doel lebih substantif, membumi sehingga dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas, terutama yang berada dalam kondisi ekonomi menengah ke bawah," kata Adam.
Dia berharap, program 500.000 pekerjaan yang dijanjikan Pramono-Rano akan berdampak positif bagi generasi muda di Jakarta.
"Mas Pram dengan program membuka lapangan pekerjaan akan membuka peluang seluas-luasnya untuk anak muda bisa lebih produktif dan tidak jadi pengangguran, sehingga anak-anak muda Jakarta tidak perlu lagi mengharapkan belas kasihan dari janda atau duda kaya untuk dinikahi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan





