Akurat Logo

Gerindra Belum Pastikan Sri Mulyani Kembali Jadi Menteri di Kabinet Prabowo

Atikah Umiyani | 12 September 2024, 17:24 WIB
Gerindra Belum Pastikan Sri Mulyani Kembali Jadi Menteri di Kabinet Prabowo

AKURAT.CO Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, belum bisa memastikan apakah Sri Mulyani akan kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam pemerintahan Prabowo Subianto.

Menurut Dasco, Prabowo selaku presiden terpilih masih belum menentukan nama-nama yang akan mengisi posisi menteri.

“Saya enggak bisa jawab soal itu karena belum ada kepastian,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2024).

Baca Juga: Layanan Transjakarta Makin Amburadul, Heru Budi Didesak Copot Jajaran Direksi

Dasco juga menyinggung pertemuan antara Prabowo, Sri Mulyani, dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang berlangsung beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan pertemuan rutin yang dilakukan atas persetujuan Presiden Joko Widodo, dan fokusnya pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan terkait jabatan menteri.

“Pak Prabowo kerap kali brainstorming dengan Mas Tomy selaku Wamenkeu dan Bu Sri Mulyani selaku Menkeu, atas persetujuan Pak Presiden Jokowi. Pembahasan mereka lebih fokus pada APBN dan UU APBN, bukan soal menteri,” jelas Dasco.

Baca Juga: Mengejutkan! Brandoville Studios Indonesia Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Karyawan

Terkait susunan kabinet Prabowo mendatang, Dasco mengisyaratkan, lebih banyak profesional akan bergabung dibandingkan kader partai politik.

Hal ini sesuai dengan janji kampanye Prabowo yang ingin menempatkan orang-orang tepat di posisi strategis.

“Dalam memenuhi janji kampanye, kami akan melihat tempat dan orang yang tepat. Sepertinya, akan lebih banyak orang profesional dibandingkan yang berasal dari parpol,” ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.