Melalui Kongres, NasDem Bakal Keluarkan Rekomendasi untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

AKURAT.CO Melalui Kongres Partai, NasDem bakal mengeluarkan sejumlah rekomendasi alias masukan kepada pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Kami juga akan merumuskan rekomendasi kongres kepada seluruh pihak-pihak yang berwenang termasuk kepada pemerintahan baru,” kata Ketua DPP NasDem, Martin Manurung, dalam konferensi pers di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Jumat (28/6/2024).
“Jadi dari rekomendasi kongres ini kami akan menyusun agenda-agenda prioritas yang menurut kongres Partai NasDem menjadi satu command ground dari Partai NasDem dengan seluruh stakeholder yang ada termasuk dengan pemerintahan baru untuk kita perjuangkan selama lima tahun kedepan,” sambung Martin.
Baca Juga: Reda Manthovani Pantau Progres Pembangunan Paralympic Training Center Karanganyar
Rekomendasi tersebut kata Martin, meliputi bagaimana merespon persoalan ekonomi di tengah keterbatasan fiskal Tanah Air, serta persoalan politik, hukum, dan kekuatan lembaga-lembaga penegak hukum.
“Jadi diantaranya adalah bagaimana kita merespon ls persoalan ekonomi yang kita tau sekarang juga masih cukup menantang, di tengah keterbatasan fiskal kita juga persoalan politik dan hukum,” bagaimana reformasi hukum harus dilakukan dan juga reformasi terhadap lembaga-lembaga hukum untuk bisa lebih bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, tetapi juga tidak terus menerus mengorek-ngorek kesalahan yang sebenarnya sudah jauh di belakang,” jelas Martin.
“Jadi harus ada satu kepastian hukum, agar hukum bisa berdiri dengan efektif bisa di tegakkan tapi juga tidak dijadikan alat untuk penyanderaan,” tambahnya.
Baca Juga: NasDem-PKB Belum Tentu Berkoalisi dengan PKS, Anies-Iman Berpotensi Bubar
Selain itu, menurutnya, NasDem akan merekomendasikan bagaimana kebijakan fiskal di Indonesia, seperti bantuan sosial (bansos) yang harus dipergunakan sebaik-baiknya.
“Di antara lagi adalah bagaimana kebijakan fiskal kita yang lebih prudence termasuk tidak terbatas, tapi termasuk kepada pengguna bansos misalnya agar benar-benar digunakan pada saat keadaan darurat jadi ini juga satu kebijakan fiskal yang lebih prudence,” pungkasnya.
Sebelumnya, Partai Nasional Demokrat (NasDem), bakal menggelar Kongres Partai pada Agustus mendatang.
Ketua Steering Comittee yang juga Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, mengatakan, acara tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari dari 25-27 Agustus 2024.
Baca Juga: NasDem Ogah Buru-buru di Pilkada Jakarta, Rekomendasi Bakal Diumumkan Last Minute
Kongres Partai NasDem akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto.
"Kami melakukan konferensi pers terkait dengan kongres Partai Nasdem yang akan diselenggarakan 25, 26, 27 Agustus. Jadi, sebelumnya pernah kami sampaikan kongres ini insyaallah akan dibuka oleh Presiden Jokowi dan akan ditutup oleh Presiden terpilih Pak Prabowo Subianto,” kata Willy dalam konferensi pers di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Jumat (28/6/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








