PKS Mesti Perluas Ceruk Pemilih di Jakarta Usai Duet Anies Baswedan dan Sohibul Iman
Citra Puspitaningrum | 26 Juni 2024, 18:35 WIB

AKURAT.CO Pekerjaan rumah menanti jajaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah resmi mengusung Anies Baswedan-Sohibul Iman di Pilkada Jakarta 2024.
Anies Baswedan yang notabene memiliki basis massa dari akar rumput PKS dinilai kurang merangkul semua elemen masyarakat kota Jakarta yang majemuk.
Direktur Eksekutif Sentral Politika, Subiran Paridamos mengatakan duet Anies Baswedan-Sohibul Iman hanya akan memerkuat ceruk pemilih di kalangan internal partai. Sebab, nama Sohibul Iman sendiri kurang familiar untuk warga Jakarta.
"Fakta politik elektoral Anies Baswedan selama ini tidak bisa dipisahkan dari PKS atau Anies lebih akrab dengan basis suara yang sama dengan basis suara PKS," kata Subiran saat dihubungi Akurat.co di Jakarta, Rabu (26/6/2024).
Sebagai contoh, lulusan S2 komunikasi politik Universitas Muhammadiyah Jakarta itu menyebut bahwa faktor kemenangan Anies Baswedan pada Pilkada Jakarta 2017 tidak terlepas dari dukungan basis suara milik PKS.
"Dapat dikatakan bahwa duet Anies Baswedan-Sohibul Iman ini hanya memiliki satu warna partai politik yaitu PKS saja," ujarnya.
Lantaran hanya memiliki satu warna partai politik, Subiran menilai peluang Anies Baswedan-Sohibul Iman menang di Pilkada Jakarta 2024 menjadi sulit.
Terlebih, PKS yang sejatinya sudah berhasil menduduki kursi Parlemen Kebon Sirih dinilai serakah apabila tetap memertahankan Sohibul Iman sebagai calon wakil gubernur yang akan mendampingi Anies Baswedan melaju di Pilkada Jakarta 27 November mendatang.
"Ini (duet Anies-Iman) menunjukkan kalkulasi yang kurang matang. Sebab hanya ada satu partai dalam proses pencalonan gubernur dan wakil gubernur Jakarta. Justru ini dapat merugikan Anies Baswedan dan PKS," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







