PKS Cocok Jadi Oposisi, TKN Prabowo-Gibran: Itu Posisi yang Mulia, Pahalanya Juga Banyak
Atikah Umiyani | 30 April 2024, 19:05 WIB

AKURAT.CO Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menilai, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lebih cocok jika menjadi oposisi dalam pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Panel Barus mengatakan, oposisi juga bukan sebagai posisi yang buruk. Menurutnya, menjadi oposisi juga akan mendapatkan banyak pahala karena ikut mengontrol dan mengawasi jalannya pemerintahan.
"Saya pikir PKS cocok juga mengambil posisi sebagai oposisi, dan oposisi juga itu posisi yang sangat mulia, bukan tidak baik, baik. Pahalanya banyak juga jadi oposisi lho," kata Panel kepada Akurat.co, Selasa (30/4/2024).
Panel mengatakan, menjadi oposisi juga bisa mendapat banyak pahala jika dilakukan dengan cara-cara yang positif, bukan dengan memunculkan fitnah atau perpecahan.
"Yang menjalankan pemerintahan dengan yang mengawasi pemerintahan pahalanya sama banyaknya, jadi PKS kalau mau jadi oposisi pahalanya juga banyak. Tinggal jadi oposisi yang sehat yang konstruktif, jangan memfitnah, jangan saling menjatuhkan satu sama lain," pungkasnya.
Seperti diketahui, PKS sebelumnya telah memberi sinyal-sinyal terbuka untuk gabung pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, sikap PKS tersebut mendapat penolakan dari Partai Gelora sebagai pihak yang ikut mengusung Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Bayern Muenchen vs Real Madrid: Harry Kane Hadapi Duet Vinicius-Rodrygo
Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik mengatakan, salah satu alasan penolakan tersebut yaitu karena selama masa kampanye Pilpres 2024, PKS telah melakukan serangan negatif secara masif kepada Prabowo-Gibran, bahkan ke Presiden Joko Widodo.
"Seingat saya selama proses kampanye, di kalangan PKS banyak muncul narasi sangat ideologis dalam menyerang sosok Prabowo-Gibran," kata Mahfuz kepada wartawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









