Peluang PKS Gabung Koalisi Pemerintahan Prabowo-Gibran Cukup Besar

AKURAT.CO Pakar politik sekaligus Direktur P3S, Jerry Massie, menilai, kemungkinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergabung ke koalisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka cukup besar.
“Memang sejauh ini belum ada pernyataan PKS akan merapat ke koalisi Prabowo. Tapi saya nilai PKS secara aspek probabilitas politik besar kemungkinan mereka merapat dan bergabung dengan koalisi Prabowo,” kata Jerry dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu (21/2/2024).
Jerry menyebut terdapat dua indikator kuat mengapa PKS akan bergabung ke koalisi pemerintahan, yakni hubungan PKS-Gerindra dan hubungan PKS-Demokrat.
Baca Juga: Datangi SMA Binus International Serpong, KPAI Ingin Pastikan Proses Kasus Berjalan Lancar
“Pertama berapa kesempatan dalam pilpres PKS selalu mendukung Prabowo. Jadi antara Gerindra-PKS punya masa lalu yang indah. Hubungan mereka pun baik-baik saja,” ujarnya.
“Faktor kedua, yakni faktor SBY dan Demokrat. Saya pikir PKS pernah masuk kabinet SBY saat mereka berkoalisi pada 2004 silam. Apalagi sebelum hengkang bergabung dengan koalisi Indonesia Maju (KIM), Demokrat terlihat mesra di koalisi Perubahan,” tambah Jerry.
Selain itu, Jerry juga menyoroti hubungan antara PKS dan Presoden Joko Widodo (Jokowi) juga baik, mengingat ketika Jokowi menjadi Wali Kota Solo beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Roadshow Winning Ramadan, J&T Cargo Ajak UMKM Optimalkan Bisnis
“PKS dan ayahnya Gibran juga punya kenangan indah saat bersama-sama, mereka membawa Jokowi menjadi Wali Kota Solo beberapa waktu silam. Saya yakin Gibran juga akan legowo apalagi Jokowi,” tuturnya.
Kendati demikian, ia juga menilai PKS tetap akan menunggu hasil akhir dari Pemilu 2024, dimana hitungan asli dari Pilpres 2024 juga akan diumumkan.
“Tapi PKS masih akan menunggu hasil real count KPU, walau dalam hitungan cepat sejumlah lembaga survei Prabowo-Gibran unggul dikisaran 57-59 persen,” tandas Jerry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








