Akurat Logo

Rakernas Projo Antiklimaks, Tak Dihadiri Capres

Paskalis Rubedanto | 14 Oktober 2023, 16:34 WIB
Rakernas Projo Antiklimaks, Tak Dihadiri Capres


AKURAT.CO Gelaran Rakernas Projo, di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Sabtu (14/10/2023), antiklimaks. Rakernas tak seheboh informasi awalnya karena tidak dihadiri capres, sekalipun ketum parpol tampak hadir.

Presiden Jokowi, dalam pidatonya malah meminta relawan untuk ikut arahannya, untuk tidak mendesak-desak menentukan arah dukungan capres. Menurut agenda, Ketum Gerindra Prabowo Subianto diundang hadir, namun hingga gelaran selesai terpantau tak hadir.

"Jadi, jangan mendesak-desak pada hari ini saya ngomong siapa capres yang didukung karena juga orangnya enggak ada di sini," kata Jokowi.

Baca Juga: Rakernas Projo Tak Undang Ganjar, Capres Jagoan Bakal Pidato Setelah Jokowi

Rakernas turut dihadiri unsur ketum partai anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang sehari sebelumnya berkumpul di kediaman Prabowo. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming juga hadir dalam acara tersebut.

Projo hanya mengundang Prabowo yang diketahui menjadi capres yang dideklarasikan KIM. Sedangkan Ganjar Pranowo, capres yang diusung PDIP, dengan Jokowi-Gibran sebagai kader, tak diundang.

"Sudah saya sampaikan, ojo grusa-grusu. Kedua saya sampaikan, ojo kesusu. Ketiga saya sampaikan jangan tergesa-gesa. Nanti kalau sudah tiba waktunya akan tahu," keluh Jokowi.

Baca Juga: Jokowi-Gibran Hadiri Rakernas Projo, Prabowo Belum Datang

Para relawan Projo yang memadati arena hadir dengan simbol-simbol dukungan kepada Prabowo. Mereka hadir mengenakan baju bergambar Jokowi dengan Prabowo.

Ketum Projo Budi Arie juga telah melempar sinyal bahwa organ relawan yang dipimpin identik mendukung capres dengan inisial P. Namun Jokowi mengingatkan para relawan bahwa dirinya tak memiliki pengaruh dalam pilpres.

Baca Juga: Saran Projo Agar Prabowo Bisa Menang Satu Putaran: Lakukan ‘Jokowi Way’

Menurut Jokowi, rakyat memegang peranan besar dalam pemenangan kontestasi. Maka, seluruh capres diminta untuk mendekati rakyat.

"Yang menentukan kemenangan itu adalah rakyat. Kedaulatan itu di tangan rakyat. Yang punya suara itu juga rakyat. Yang nanti akan mencoblos itu juga rakyat. Yang menentukan kemenangan terakhir juga rakyat," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.