Akurat Logo

Soal Duet Dengan Gibran, Prabowo: Mungkin Saja

Roni Anggara | 11 Oktober 2023, 18:46 WIB
Soal Duet Dengan Gibran, Prabowo: Mungkin Saja

AKURAT.CO Ketum Gerindra Prabowo Subianto tak menutup kemungkinan bakal berduet dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming pada Pilpres 2024. Isu ini semakin kencang menjelang Mahkamah Konstitusi (MK) memutus perkara ini pada 16 Oktober 2023.

Menurut Prabowo, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Dirinya menganggap usulan atau deklarasi Gibran maju menjadi pendampingnya, merupakan aspirasi yang harus dihormati dalam alam demokrasi.

"Sampai saat terakhir daftar, semua kemungkinan bisa-bisa saja," kata Prabowo, kepada wartawan, di kediaman pribadi di Jl Kertanegara IV, Jakarta, Rabu (11/10/2023).

Baca Juga: Prabowo Pilihan Warga NU

Prabowo yang diusung Golkar, Gerindra, PAN, PBB dan Gelora hingga kini belum menetapkan cawapres. Para parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM), sejatinya sudah merumuskan langkah-langkah strategis pemenangan.

Usulan Gibran menjadi cawapres juga datang dari internal Gerindra. DPC Gerindra Kabupaten Cianjur melalui rapat pimpinan cabang (Rapimcab), pada Selasa (10/10/2023), juga mendeklarasikan Gibran sebagai cawapres untuk Prabowo.

Baca Juga: Poltracking: Prabowo Rajai Jatim, Anies Keteteran

Rekan koalisi Gerindra, PBB juga menyuarakan Gibran maju, kalau sang Ketum Yusril Ihza Mahendra tidak dilirik.

Prabowo tak menepis adanya peluang bakal berduet dengan Gibran yang usianya terpaut jauh. Sementara Ketum Golkar Airlangga Hartarto, secara terpisah, menyebutkan bahwa peluang Gibran tergantung dari putusan MK.

Sementara Ketum PAN Zulkifli Hasan menilai Menteri BUMN Erick Thohir layak mendampingi Prabowo. Keputusan cawapres yang bakal ditetapkan maju mendampingi Prabowo, secara normatif, harus melalui persetujuan para ketum koalisi.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.