Coklit Banyak Kejanggalan, Ada Ratusan Joki Pantarlih

AKURAT.CO Tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih Pemilu serentak 2024 ditemukan banyak kejanggalan.
Hal itu diungkap Direktur Eksekutif Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Neni Nur Hayati dalam diskusi Koalisi Pewarta Pemilu (KPP) bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI bertajuk “Menelisik Kendala dan Solusi Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2024”,.
Diskusi digelar di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2023).
Dia menyebutkan banyak menemukan kekurangan dalam pelaksanaan Coklit data pemilih oleh Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih). Kesiapan sumber daya manusia menjadi masalah penting pada tahapan awal Pemilu serentak.
"Saya melihat bagaimana kesiapan SDM penyelenggara. Nah, pemahaman regulasi oleh Pantarlih di beberapa daerah juga sangat minim," kata Neni.
Kurangnya pemahaman terhadap regulasi, lanjut Neni, menimbulkan petugas Pantarlih yang asal-asalan dalam bekerja melakukan pencocokan dan penelitian daftar pemilih Pemilu.
"Dan juga muncul joki Pantarlih. Misalnya sebanyak 176 orang di Tasikmalaya," ungkapnya.
Tak hanya joki, permasalahan lain yang muncul yakni ditemukan petugas Pantarlih dalam menjalankan tugasnya tidak dilengkapi perlengkapan atribut sebagaimana yang telah disediakan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS).
"Pantarlih semestinya, dari PPS itu menerima beberapa dokumen dan perangkat kerja. Misalnya Form Model A Daftar Pemilih, (data) pemilih potensial (DP4), tanda bukti terdaftar, stiker coklit, laporan hasil coklit, topi, rompi, tanda pengenal, SK dan alat tulis," ujarnya.
Lebih lanjut, Neni menuturkan berdasarkan hasil pemantauan DEEP selama dua pekan juga didapati beberapa Kabupaten/Kota dan Provinsi yang kekurangan stiker. Penggunaan stiker itu dijadikan tanda bukti sebagai pemilih sah.
"Lalu kemudian awal pekan juga ditemukan tidak terdistribusi dengan baik, sehingga menghambat proses coklit .Seperti yang terjadi di Provinsi Jawa Barat dan Jakarta," tandasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



