Akurat Logo

Upaya KPU Tingkatkan Kualitas Data Pemilih Luar Negeri

Hajah Soraya | 22 Agustus 2022, 22:30 WIB
Upaya KPU Tingkatkan Kualitas Data Pemilih Luar Negeri

AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berkoordinasi lintas kementerian/lembaga untuk meningkatkan kualitas data pemilih di luar negeri untuk Pemilu 2024. Diharapkan akan terwujud data pemilih luar negeri yang bersih, akurat dan mutakhir.

Hal tersebut disampaikan Anggota KPU Betty Epsilon Idroos pada “Bimtek Pemutakhiran Data WNI di Luar Negeri dan Layanan Adminduk bagi seluruh Perwakilan RI” yang digelar Ditjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, di Jakarta, Senin (22/8/2022).

Betty mengakui pada proses pemutakhiran dan penyusunan data pemilih Pemilu 2019 lalu, masih terdapat banyak kekurangan. Sehingga, hal ini harus segera dibenahi.

Untuk itu, dia berharap melalui Bimtek ini, pemahaman para petugas yang merupakan perwakilan Indonesia di luar negeri terkait proses pemutakhiran, pendataan hingga penyusunan daftar pemilih dapat terwujud. 

“Besar harapan kami melalui Bimtek ini akan menghasilkan data pemilih luar negeri yang termutakhir. Kita dapat mewujudkan data pemilih bersih, akurat dan termuktahir dan dapat kita pertanggungjawabkan,” tambah Betty.

Betty pun mendorong agar terbentuk forum koordinasi KPU, Kemenlu, Kemendagri dan Kemenkumham yang di dalamnya dapat terjadi pertukaran data dan informasi serta manajerial data kepemiluan baik di dalam dan luar negeri. 

“KPU juga usulkan forum koordinasi ini untuk dapat melakukan integrasi semua sistem informasi yang kita miliki sehingga mewujudkan satu data Indonesia, bisa dimulai dari masing-masing instansi kita,” tegas dia.

Betty mengungkapkan, berdasarkan data per 31 Januari 2022, jumlah pemilih di luar negeri mencapai 1,9 juta pemilih. Terdiri dari 43 persen laki-laki dan 57 persen perempuan.

“Kami sudah sampaikan (data ini) ke Kemenlu,” ungkap Betty.

Sementara itu, Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu Andy Rachmianto mengungkapkan, terdapat 132 perwakilan luar negeri yang dapat bersinergi menyukseskan pendataan pemilih. 

Menurut dia, Kemenlu juga telah bekerja sama dengan Kemendagri terkait pendataan pemilih ini di mana terdapat pembagian tugas, yakni Ditjen Dukcapil Kemendagri mengurusi pendataan pemilih di dalam negeri sementara Ditjen Protokol dan Konsuler Kemenlu melakukan pencatatan kependudukan bagi WNI di luar negeri.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, sebelum DP4 diserahkan ke KPU Oktober 2022, Kemendagri dan Kemenlu akan memadankan data penduduk di dalam dan di luar negeri. Pemadanan dilakukan melalui pemadanan data di SIAK dalam negeri dan SIAK luar negeri dengan jembatan aplikasi Peduli Luar Negeri.

“DP4 dalam negeri dan DP4 luar negeri kalau ada kegandaan akan dihapus,” ujar Zudan.

Kemendagri menurut Zudan juga akan melakukan pendataan penduduk dan pencatatan bagi mereka yang belum memiliki NIK dengan Nomor Induk Tunggal (NIT). Dari NIT ini nantinya WNI akan mendapatkan 16 digit nomor sebagaimana NIK, berikut dengan kode wilayah dan kepala nomor 99. 

“Kalau pulang ke Indonesia bertransformasi ke NIK, nomor kepala tetap 99,” ungkap Zudan. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.