DPR Lantik Eddy Kuntadi Gantikan Eni Saragih dari Fraksi Golkar

AKURAT.CO, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar Rapat Paripurna ke-8 pembukaan masa sidang II Tahun Sidang 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11). Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
Dalam Rapat ini, DPR melantik anggota dewan pengganti antarwaktu (PAW), Eddy Kuntadi dari Fraksi Golkar. Dia menggantikan Eni Maulani Saragih.
Eni di-PAW Golkar karena menjadi tersangka kasus suap proyek PLTU Riau-1. Pelantikan digelar dalam rapat paripurna di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11/2018).
"Eddy Kuntadi menggantikan Eni Maulani Saragih dari Fraksi Golkar," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah selaku pemimpin paripurna.
Selanjutnya, Eddy langsung diambil sumpahnya secara Agama Islam dipimpin oleh rohaniawan dan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Setelah diambil sumpahnya para pimpinan DPR mengucapkan selamat pada Eddy. Mereka berharap Eddy bisa ikut memperkuat lembaga parlemen.
“Bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh, saya ulang, akan bekerja dengan sungguh-sungguh, demi tegaknya demokrasi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi seseorang dan golongan,” ucap Eddy saat membacakan sumpah.
Fahri pun berharap masuknya Eddy ke DPR dapat memperkuat fungsi konstitusional lembaga parlemen.
"Semoga bisa memperkuat tugas-tugas konstitusional," ujar Fahri.
Diketahui, dalam kasus PLTU Riau I, KPK baru menjerat tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, pemilik Blackgold Natural Resources Limited Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini.
Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang USD 1,5 juga oleh Johanes jika Johanes berhasil menggarap proyek senilai USD 900 juta itu.
Proyek PLTU Riau-I sendiri masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi

