Ngaku Partai Anak Muda, PSI Tak Dipilih Generasi Milineal

AKURAT.CO, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebut-sebut sebagai partai yang fokus menggaet suara generasi milineal. Namun pada survei yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS), menunjukan bahwa PSI menempati posisi paling 'buncit' terkait orientasi politik generasi milineal.
Dalam hal ini, popularitas PSI berada di posisi 15 dengan 11,5 persen. Sedangkan pada survei elektabilitas, nama PSI justru tak ditampilkan.
Dari hasil survei tersebut, pemilih PSI justru lebih banyak dari unsur non-milenial, yakni sebesar 15,1 persen. Padahal, PSI sering kali mengenalkan diri sebagai partai anak muda.
Peneliti CSIS, Arya Fernandes mengatakan, tantangan yang dihadapi partai yang dipimpin Grace Natalie adalah dari sisi rekrutmen. PSI melakukan pembatasan bahwa calon-calon kadernya bukan lah pindahan dari partai politik lain, melainkan merupakan orang baru di dunia politik.
"Dari struktur dan pengalaman sangat berat PSI. Pertama faktor pengalaman politik. Kepengurusan mereka tidak pernah jadi pengurus partai poltik," kata Arya di Jakarta Pusat, Kamis (2/1).
Arya menilai, aturan tersebut justru menjadi kendala bagi PSI. Sebab, orang-orang yang belum berpengalaman di dunia politik, akan minim pengalaman politiknya. Hal ini akan menyulitkan PSI untuk berhadapan dengan tokoh-tokoh politik dan partai-partai senior lainnya.
Tantangan lainya, menurut Arya, adalah belum ada proses kaderisasi yang optimal di daerah-daerah. Bahkan ditingkat pusat pun, proses kaderirasi belum bagus.
"Ini persoalan PSI, tapi mereka juga 'pede' sekali. Ini jadi tantangan bagi PSI, tapi juga partai lain," katanya.
Arya membandingkan dengan Perindo. Sebab, meski merupakan partai baru, namun dari hasil survei Perindo sudah masuk posisi keenam pada tingkat popularitas partai politik, dan posisi kelima pada tingkat elektabilitas.
Menurutnya, Perindo juga diuntungkan dari migrasi kader-kader muda partai politik lain, yang masuk ke partai milik Hary Tanoesoedibjo itu.
Survei nasional CSIS dilakukan pada periode 23 hingga 30 Agustus 2017 terhadap 600 sampel. Adapun responden yang dikategorikan generasi milenial adalah responden dengan rentang usia 17 sampai 29 tahun.
Responden dipilih secara acak dan proporsional dari 34 provinsi di Indonesia.
Margin of error dari survei ini sebesar 4 persen untuk milenial dan 3,38 persen untuk non-milenial. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen




