Pemerintah Harus Pastikan Anak Korban Bencana di Sumatera Tidak Kehilangan Hak Pendidikan

Heti
AKURAT.CO Komisi X DPR meminta pemerintah memastikan anak-anak korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara tetap mendapatkan akses pendidikan meski fasilitas belajar di wilayah tersebut rusak parah.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa negara wajib hadir untuk melindungi hak pendidikan generasi muda yang terdampak bencana.
“Anak-anak di Sumatera sudah kehilangan banyak hal akibat bencana. Jangan biarkan mereka kehilangan juga hak pendidikannya. Negara memiliki kewajiban moral, hukum, dan kemanusiaan untuk memastikan pendidikan mereka tetap berjalan,” ujar Hetifah di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa dalam rapat Komisi X DPR RI bersama Kemendikdasmen, Kemendiktisaintek, dan BRIN pada 8 Desember 2025, seluruh pihak telah menyepakati langkah-langkah percepatan pemulihan layanan pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hetifah memaparkan bahwa bencana di Sumatera mengakibatkan kerusakan besar pada sektor pendidikan. Berdasarkan data sementara:
-
2.798 sekolah terdampak
-
5.421 ruang kelas rusak
-
lebih dari 600.000 siswa terganggu proses belajarnya
Pada tingkat pendidikan tinggi, 60 perguruan tinggi juga terdampak, sehingga aktivitas akademik terhenti akibat kerusakan fasilitas dan situasi darurat.
“Situasi ini menunjukkan ketahanan pendidikan Indonesia terhadap bencana masih sangat rendah. Dalam kondisi darurat seperti ini, prioritas negara adalah memastikan proses belajar dapat kembali berlangsung secepat mungkin, meskipun melalui ruang darurat, tenda, atau balai desa,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar itu menekankan bahwa rehabilitasi sekolah tidak boleh tersandera birokrasi.
Ia mendesak adanya koordinasi kuat antara kementerian terkait, BNPB, Kementerian PUPR, Kemensos, dan pemerintah daerah agar pemulihan pendidikan berjalan cepat dan berkelanjutan.
Hetifah menyampaikan delapan langkah mendesak yang harus segera dilakukan pemerintah untuk memulihkan layanan pendidikan di tiga provinsi terdampak banjir dan longsor tersebut:
Baca Juga: SEA Games: Skuad Putri Indonesia Kembali Raih Perak, Dikalahkan Tuan Rumah 1-3
-
Memulai kembali pembelajaran tanpa menunggu gedung sekolah selesai diperbaiki.
-
Mempercepat rehabilitasi sekolah dengan standar bangunan tahan bencana berbasis peta risiko.
-
Menyediakan layanan dukungan psikososial bagi siswa dan guru.
-
Memastikan ketersediaan perlengkapan belajar dasar seperti alat tulis, seragam, buku, dan gawai.
-
Memberikan relaksasi aturan pendidikan, penyederhanaan administrasi, penundaan ujian, serta percepatan bantuan operasional dan rehabilitasi.
-
Memberikan bantuan UKT atau beasiswa bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak namun berkuliah di luar wilayah bencana.
-
Menyalurkan bantuan sosial bagi guru, dosen, dan tenaga kependidikan yang terdampak.
-
Memperkuat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah dengan satu komando yang jelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









