AKURAT.CO, Proses menyusui tentu saja tidak selamanya lancar, masalah kerap kali ditemui seperti produksi ASI yang sedikit, kemudian karena proses perlekatan Mums yang kurang tepat akhirnya dapat menimbulkan puting lecet, kelenjar ASI yang tersumbat, payudara bengkak, sakit serta nyeri ataupun mastitis (infeksi).
Dapat pula terjadi pada bayi yakni tongue-tie. Tongue-tie adalah kelainan bawaan pada organ mulut yang menyebabkan terbatasnya pergerakan lidah dan mulut.
Selain itu ASI yang sangat berlimpah atau disebut dengan hiperlaktasi. ASI yang berlimpah memungkinkan foremilk yang dihasilkan terlalu banyak sehingga dikhawatirkan saat menyusui bayi tidak mencapai hindmilk dan berat badan bayi tidak naik.
Tentu saja hal tersebut di atas merupakan permasalahan bagi Mums dalam proses menyusui.
Tanda ASI tidak cukup adalah bayi berganti popok kurang dari enam kali. Ketika diperiksa ternyata popoknya cenderung kering. Warna pipis bayi juga cenderung kuning pekat atau seperti jus apel.
Tanda lainnya yakni ketika dilihat kondisi bayinya, mulut dan mata bayi dalam kondisi kering atau ubun-ubun menjadi cekung ke dalam yang menunjukkan bayi mengalami dehidrasi.
Cara yang paling objektif untuk menilai apakah asupan ASI pada bayi cukup atau tidak, yakni dengan memeriksa berat badan bayi yang tidak bertambah atau malah berkurang.
Untuk bayi menyusui, terutama direct breastfeeding alias menyusui langsung dari payudara ibu ke bayi sebenarnya lebih memerhatikan on cue and on demand.
On cue yakni dilihat dari tanda bayi lapar misalnya ketika bayi mulai gelisah, mulai berusaha mencari puting atau rewel, hal itu sangat jelas sekali bahwa bayi lapar.
On demand artinya sesuai dengan kebutuhan bayi. Jadi biarkan bayi melekat pada payudara, menyusui sampai terpuaskan.
Perlu diketahui, tahapan setiap bayi berbeda sesuai dengan usianya. Seperti, saat lahir di bulan pertama, bayi dapat menyusui setiap 2 sampai 3 jam dengan lama satu payudara 15 menit.
Jadi, kalau dua payudara kurang lebih proses menyusui akan berlangsung selama 30 menit.
Seiring bertambahnya usia, yang awalnya bayi menyusui hanya 2 sampai 3 jam dapat bertambah menjadi 3 sampai 4 jam. Namun tetap perhatikan on cue and on demand pada bayi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T



