Boleh Ditiru, Cara Kate Middleton Tenangkan Anak yang Tantrum

AKURAT.CO, Selain sibuk menjalankan tugas sosial dari Kerajaan Inggris, Kate Middleton adalah seorang ibu yang super.
Dia membesarkan tiga anak calon penerus takhta kerajaan, yakni Pangeran George, Putri Charlotte, Pangeran Louis.
Meski dikelilingi pengawal dan pengasuh anak, dia juga mengalami banyak tantangan sebagai ibu.
Duchess of Cambridge ini juga sering menceritakan perjuangan pengasuhannya, tantangan yang dihadapi selama kehamilan hingga mengatasi rasa bersalah ibu.
Salah satu hal yang jadi tantangannya adalah ketika anak-anak mengalami tantrum atau mengamuk di tempat publik.
Jadi bagaimana Kate mengatasinya? Kabarnya, dia sebenarnya punya cara rahasia untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya.
Dilansir dari laman The Sun, untuk menenangkan anak-anaknya, Kate Middleton menggunakan kata sederhana, yaitu "Ayo istirahat".
Saat dia mengatakan ini atau memberi isyarat bahwa waktunya istirahat, anak-anak secara otomatis tahu bahwa mereka perlu tenang.
Ini bisa jadi cara untuk memberi tahu anak bahwa mereka bertingkah berlebihan, dan perlu meredam segalanya.
Selanjutya, anak-anak Kate lalu menikmati kegiatan santai setelahnya yang meliputi membaca, memecahkan teka-teki dan banyak lagi saat kegiatan sosial.
Kate dan William juga diduga menggunakan teknik ini di tempat pribadi dan publik.
Selain tentang cara menenangkan anak, Kate sering mengungkap pengalaman lain sebagai orang tua.
Dalam salah satu podcast, dia mengungkapkan bahwa dia menderita hiperemesis gravidarum, suatu kondisi yang dapat menyebabkan mual dan muntah parah saat hamil.
"Melalui hiperemesis saya benar-benar menyadari kekuatan pikiran atas tubuh karena saya benar-benar harus mencoba segalanya untuk mencoba dan membantu saya melewatinya," kata Kate dikutip dari The Sun, pada Jumat (25/2/2022).
“Saya benar-benar melihat kekuatan meditasi dan pernapasan dalam dan hal-hal seperti itu, yang mereka ajarkan kepadamu dalam hypnobirthing, ketika saya benar-benar sakit dan sebenarnya saya menyadari bahwa ini adalah sesuatu yang dapat saya kendalikan selama persalinan, menurut saya,” lanjutnya.
Dia juga berbicara tentang rasa bersalah ibu yang sangat umum di kalangan wanita. Menurutnya, siapa pun yang tidak merasakannya sebenarnya sedang berbohong.
Selain itu, menjadi seorang bangsawan dan seorang ibu telah membebani perempuan 40 tahun ini.
Sebagai seorang bangsawan, dia memiliki banyak tanggung jawab, sebagai seorang ibu dia terikat dengan tugas pengasuhannya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini



