Kata Kak Seto Soal Mona Ratuliu Pernah Iri dengan Anak Teman

AKURAT.CO, Terkadang sebagai orangtua, kamu mungkin merasa iri dengan prestasi atau keberhasilan anak lain dibanding anak sendiri.
Ternyata, hal ini juga terjadi pada Artis Mona Ratuliu. Dirinya mengaku pernah iri dengan anak dari temannya yang dapat piala dan medali.
"Aku punya pengalaman iri sama temen, anaknya pinter dapat piala dan medali. Setalah aku jalani, anak memiliki kompotensi sendiri-sendiri. Bahkan jauh lebih hebat dari yang selama ini dibayangkan," ujar Mona Ratuliu di acara Virtual Diskusi Panel Biskuat #GenerasiTiger, pada Senin, (27/9).
Dalam acara itu, Mona Ratuliu menceritakan bahwa rasa percaya setiap anak yang punya potensi ini tumbuh saat melihat potensi anak pertamanya, ketika memasuki kelas enam SD. Namun saat memasuki masa SMP, potensi anak pertamanya itu terlihat menurun karena dia kurang pede. Akan tetapi, menurut Mona, potensi anaknya itu tumbuh dan berkembang lagi setelah masuk ke jenjang SMA.
"Aku mensupport dia punya potensi, aku kasih dia (anak pertama) dorongan untuk menstimulasi keberanian dan rasa percaya dirinya untuk tumbuh. Sebab, potensi tidak instan. Ada prosesnya cepat, ada juga yang prosesnya lambat. Setiap anak ada waktunya," kata Mona.
"Menumbuhkan inner strength (karakteristik dalam diri), seperti mendorong untuk tumbuh berani, percaya diri pada kemampuannya membuat dia menjadi kuat, tangguh, bertanggung jawab pada bakat dan minatnya. Apalagi sekarang banyak pilihan untuk mengembangkan bakat anak," sambungnya.
Sama seperti Mona, Psikolog Anak Seto Mulyadi atau Kak Seto juga mengatakan bahwa setiap anak memiliki kompetensi berbeda layaknya bunga yang berada di taman.
"Orangtua harus percaya bahwa anak memiliki potensi. Orangrua punya peran penting memberikan dorongan rasa percaya diri pada anak. Saya mengumpamakan anak ialah bunga di taman sari keluarga, ada bunga mawar, bunga kenanga dan melati. Mereka merekah dan menunjukan keelokan, jika ditanam di tanah yang subur, disiram dengan kasih sayang dan dilindungi dari terpaan, pasti mereka merekah cemerlang," ujar Kak Seto, di kesempatan yang sama.
"Orangtua begitu, harus ramah dengan anak mengapresiaisi tidak boleh membandingkan anak dengan orang, hanya boleh dibandingkan dengan dirinya sendiri seperti kamu bagus dan teruskan. Kalau misalnya potensi menurun, mungkin kamu terlalu sombong, harus rajin. Tunjukan anak adalah subjek, bukan objek yang dibandingkan. Subjek yang harus dilindungi dari terpaan angin, tandus dan biarakan anak cemerlang," imbuh kak Seto.
Tak hanya itu, Kak Seto menegaskan hal serupa juga harus dilakukan oleh orangtua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus. Trik di atas juga harus ditambah dengan kesabaran ekstra.
"Jadikan anak berkebutuhan khusus ini subjek, orangtua dengan anak berkebutuhan khusus harus sangat sabar sekali dan selalu senyum. Dengan sabar dan selalu senyum, maka inner strength anak berkebutuhan khusus menjadi kuat. Lingkungan sekitar anak juga harus mendukung ini," ucap Kak Seto.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




