Akurat Logo

Takut Ajak Bayi Naik Pesawat, Ini Solusi dari Rinni Wulandari

Khaerul S | 6 Agustus 2018, 12:55 WIB
Takut Ajak Bayi Naik Pesawat, Ini Solusi dari Rinni Wulandari

AKURAT.CO Ketika Anda sedang bepergian menggunakan moda transportasi pesawat, tidak sedikit yang mengalami gangguan. Salah satu gangguan yang kerap melanda adalah telinga yang sakit. Kalau orang dewasa saja terganggu, bagaimana dengan anak yang masih bayi? Inilah yang ditakutkan oleh penyanyi Rinni Wulandari yang baru lima bulan menjadi ibu.

“Awalnya takut, ragu, ya bawa naik pesawat pada usianya yang masih kecil banget gitu. Takutnya dia menangis dan kesakitan karena kan suka tekanan udara bikin gak nyaman di kuping. Itu suka sakit banget, takut bahaya ke anak gitu,” katanya saat ditemui Tim Gaya Hidup AKURAT.CO, di hotel Fairmont, Jakarta, beberapa hari lalu.

Penyanyi yang mulai banyak dikenal saat menjuarai salah satu kontes pencarian bakat ini mengaku, keinginan membawa anaknya menggunakan transportasi udara ini adalah, ketika sang buah hatinya baru berusia dua bulan. 

“Cuma akhirnya aku konsultasi sama dokter dan sama orang sekitar yang udah pernah mengalami membawa anaknya yang masih kecil, naik pesawat. Katanya susuin aja terus, kebetulan anak saya ini memang doyan nyusu, dan dia nyusu terus dan diperjalanan tidur, bangun dikit, tidur lagi pada waktu itu,” sambungnya.

Selain menyusui, wanita kelahiran 1990 ini memberi tips jitu agar lebih nyaman selama penerbangan. Orang tua bisa memesan jam penerbangan pada waktu jam anak tidur, bisa siang atau malam. Kemudian, usahakan duduk di bagian depan kabin. Seat pada posisi tersebut membuat ibu mendapatkan lebih banyak ruang untuk kaki. Seat di bagian depan kabin juga minim suara bising yang bersumber dari mesin pesawat. Walaupun Rinni sudah berani mengajak putranya naik pesawat di usianya masih kecil, ia mengaku belum berani mengambil penerbangan dalam waktu yang lama.

“Tapi aku jadi belum berani kalau penerbangan yang di atas dua jam, karena takut kalau terlalu lama,dia gak nyaman, kan gak mungkin tidur terus berjam-jam, jadi pertimbangannya itu sih, jangan pergi yang jauh-jauh dulu. Waktu pertama di ajak itu usia dua bulan, dia udah naik pesawat, sekarang umur lima bulan. Terbang terjauhnya kayannya ke singapur, waktu usia 4 bulan,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A