Akurat Logo

9 Tips Aman Touring Bersama Komunitas, Tak Ganggu Pengguna Jalan Lain

| 13 September 2023, 20:17 WIB
9 Tips Aman Touring Bersama Komunitas, Tak Ganggu Pengguna Jalan Lain

AKURAT.CO Touring bersama komunitas menjadi salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh para bikers. Karena selain sebagai ajang menikmati aktivitas berkendara dengan sepeda motor, kegiatan tersebut juga menjadi waktu untuk berkumpul anggota komunitas.

Namun, touring bersama komunitas secara berkelompok tanpa disadari bisa mengganggu hak pengguna jalan lain dan punya potensi besar akan terjadinya kecelakaan. Terutama, jika pelaku touring bersikap arogan dan tidak mengindahkan prinsip keselamatan berkendara.

Sehingga penting bagi para biker untuk lebih memahami tata cara berkendara yang aman ketika berkelompok, sehingga perjalanan yang dilakukan bisa berlangsung dengan lancar. Nah, berikut beberapa tips touring aman bersama komunitas.

Baca Juga: Motor Honda Rangka eSAF Rusak Dan Patah? Begini Cara Klaim Garansinya

Tips Aman Touring Bersama Komunitas

1. Perhatikan kondisi fisik dan kendaraan yang akan digunakan

Sebelum melakukan touring terutama dengan jarak tempuh yang jauh, pastikan kondisi fisik dalam keadaan yang prima. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar badan tetap bugar adalah dengan menjaga pola tidur dan makan yang cukup.

Hindari juga mengkonsumsi makanan serta minuman yang dapat mengurangi tingkat kesedaran atau konsentrasi ketika berkendara. Selain itu, perhatikan juga kondisi sepeda motor yang akan digunakan pada saat touring. Jika memungkinkan, bawa kendaraan anda ke bengkel resmi untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh guna memastikan motor dalam keadaan baik dan semua komponen berfungsi dengan normal.

2. Gunakan safety gear lengkap

Hal lain yang perlu dipersiapkan sebelum touring adalah kelengkapan safety gear seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, sepatu tertutup dan protector. Karena dengan mengenakan safety gear yang lengkap dan berkualitas sesuai standard, setidaknya dapat meminimalisir cedera yang diderita oleh pengendara apabila mengalami kecelakaan.

3. Rencanakan rute yang akan dilalui

Cek rute perjalanan untuk memastikan tempat pemberhentian penting yang mungkin diperlukan, seperti tempat peristirahatan, SPBU untuk mengisi bahan bakar dan bengkel untuk keadaan emergency. Kamu juga bisa memanfaatkan fitur petunjuk arah (GPS) untuk memastika bahwa tetap berada di arah yang benar.

4. Tertib lalu lintas

Kegiatan touring biasanya melibatkan konvoi kendaraan dalam jumlah banyak. Maka, sangat penting untuk tetap menjaga rangkaian, namun tetap harus mengutamakan peraturan lalu lintas agar tidak mengganggu kenyamanan dari pengguna jalan yang lainnya. Selain itu, rangkaian di depan sebaiknya menunggu anggota lain yang terputus karena lampu merah.

5. Briefing

Sangat penting untuk melakukan briefing ke seluruh anggota peserta untuk menginformasikan segala hal terkait perjalanan. Misalnya informasi titik kumpul, jalur dan kondisi medannya, lokasi istirahat, apa saja yang harus dibawa, juga penentuan formasi touring. Termasuk siapa yang ditugaskan menjadi leader dan sweeper.

6. Pengelompokan peserta (grouping)

Rombongan peserta yang mengular di sepanjang perjalanan bisa mengganggu pengguna jalan lain dan riskan menimbulkan kemacetan. Cara mengatasinya yakni melakukan pembagian grup terhadap peserta touring dengan jumlah peserta maksimal 5-10 orang. Selain memecah kepadatan rombongan, cara ini juga memudahkan leader dan sweeper dalam mengkontrol peserta.

7. Jaga jarak dan kecepatan

Ketika melakukan touring berkelompok, penting untuk tetap menjaga jarak aman. Beri ruang leluasa bagi pengendara di depan untuk berakselerasi dan melakukan pengereman. Pastikan formasi setiap pengendara yang ada di belakang sedikit melebar ke kanan ataupun ke kiri guna mendapatkan pandangan jalan lebih luas (tidak terhalang peserta touring di depan).

Tingkat kecepatan saat touring juga perlu diperhatikan. Selain mempertimbangkan resiko kecelakaan, jika terlalu cepat maka rombongan yang mengikuti dibelakang sangat mungkin tertinggal.

8. Jangan saling mendahului

Saling mendahului diantara para peserta touring sangat tidak dianjurkan. Sebab, selain berbahaya juga dapat menyebabkan rombongan terpecah. Yang benar, ikuti formasi touring yang sudah ditentukan pada saat briefing. Ikuti ritme kecepatan leader yang memimpin di depan dan jangan melepaskan diri dari rombongan.

9. Menggunakan alat komunikasi jarak jauh

Alat komunikasi seperti Interkom Cardo Packtalk Neo tidak harus digunakan, tapi cukup membuat suasana touring jadi lebih seru. Sebab, masing-masing rider bisa saling berkomunikasi. Bisa juga meningkatkan keamanan, misalnya jika terjadi kecelakaan maka anggota bisa sigap untuk membantu. Begitupun jika ada anggota yang tertinggal atau terpisah dari rombongan.

Itulah beberapa tips aman touring bersama komunitas agar tidak menganggu lalu lintas dan pengguna jalan lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Editor
Wahyu SK