5 Jenis Oli Mobil Yang Perlu Diganti Berkala, Cegah Terjadinya Kerusakan

AKURAT.CO Ada banyak jenis oli mobil yang perlu diganti seperti oli gardan, oli mesin, oli transmisi, minyak rem, oli transfer dan lainnya.
Di antara semua jenis oli tersebut, kebanyakan pemilik mobil hanya mengenal oli mesin saja. Oli tersebut memang penting fungsinya karena sebagai pelumas yang masuk ke mesin penggerak seperti silinder, piston dan crankshaft.
Tidak kalah penting dengan oli mesin, kelima jenis oli berikut ini juga perlu diganti secara berkala untuk mencegah terjadinya kerusakan pada komponen mobil.
Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai jenis oli mobil lainnya, simak informasi berikut.
Jenis Oli Mobil yang Perlu Diganti Berkala
Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (21/7/2023), berikut lima jenis oli mobil yang perlu diganti secara berkala.
1. Oli mesin
Oli mesin terbagi dua yaitu oli mesin bensin dan oli mesin diesel. Kemudian oli genuine tersebut juga terbagi lagi, tutup botol biru untuk oli sintetik, hijau full sintetik, dan gold full sintetik.
Disarankan untuk melakukan penggantian setiap enam bulan sekali agar mesin mobil dapat bekerja secara prima.
Oli mesin yang kurang membuat komponen mesin tidak mendapatkan pelumasan yang optimal. Dalam jangka panjang hal tersebut sangat merugikan, seperti risiko turun mesin akibat komponen mesin yang saling bergesekan semakin cepat aus dan macet.
Pemilik mobil juga disarankan mengecek oli mesin secara rutin untuk memastikannya tidak kurang dan tetap dalam kondisi prima.
2. Oli transmisi
Oli transmisi akan berfungsi melumasi bagian komponen dari transmisi. Oli ini terbagi menjadi dua jenis yaitu oli transmisi manual dan transmisi matic.
Untuk manual sebaiknya dilakukan penggantian 40 ribu kilometer. Sementara untuk oli transmisi matik, jadwal penggantiannya disesuaikan dengan buku pedoman pemilik dan buku service.
3. Oli differential (oli gardan)
Oli gardan diberikan untuk mobil dengan penggerak belakang, dan dilakukan penggantian 40.000 km. Jika oli ini tidak diganti secara teratur, maka pelumasan di area tersebut akan menjadi berkurang, dan cepat aus.
4. Minyak atau cairan rem
Bagian minyak rem harus rajin dilakukan perawatan, jangan sampai terlewat. Sebaiknya lakukan penggantian atau dikuras setiap 40 ribu km. Dampak yang terjadi jika telat mengganti minyak rem, maka pengurangan kualitas minyak rem dan kinerja rem jadi berkurang.
5. Oli power steering
Biasanya penggantian oli power steering dilakukan pada 40 ribu km atau untuk mobil yang jarang digunakan selama dua tahun, mana yang tercapai lebih dahulu.
Gantilah oli ini sebelum setir mobil terasa berat atau ada kebocoran oli pada power steering. Pada umumnya oli power steering yang digunakan pada kendaraan adalah tipe fluida.
Itulah jenis oli mobil yang perlu diganti secara berkala. Lindungi kendaraan yang dimiliki dengan merawatnya dan lakukan secara rutin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat



