Akurat Logo

Ketahui Perbedaan Lampu LED, HID, dan Halogen Pada Mobil

Muhammad Ghifani Ramadifa | 31 Mei 2022, 12:10 WIB
Ketahui Perbedaan Lampu LED, HID, dan Halogen Pada Mobil

AKURAT.CO, Lampu mobil berperan penting dalam berkendara karena tanpa adanya lampu, pengemudi akan kesulitan melihat jalanan.

Terutama, pada saat malam hari atau ketika cuaca sedang berkabut. 

Saat ini, sudah banyak kendaraan bermotor yang menggunakan jenis Lampu Light Emiting Diode (LED).

Selain lampu berjenis LED, ada juga jenis lampu HID (High Idensity Discharge), dan Halogen.

Setidaknya tiga lampu tersebutlah yang populer di kalangan masyarakat.

Ketiga lampu tersebut tentunya memiliki karakteristiknya masing-masing.

Bagi kamu yang belum mengetahui apa saja perbedaan antara ketiga lampu tersebut, berikut ini perbedaannya, dilansir dari laman Auto2000.

Lampu LED Mobil

Lampu LED mobil sering ditemukan pada mobil-mobil keluaran baru.

Ciri khas dari lampu ini adalah warna lampu yang bersinar putih dan berkas cahaya yang menyerupai bentuk kotak. 

Cahaya dari jenis lampu LED dihasilkan dari chip elektronik semi konduktor yang dilengkapi hambatan.

Sumber utamanya adalah dioda yang tidak mengeluarkan panas. Kelebihan dari penggunaan lampu LED mobil terletak pada daya tahannya.

Lampu yang satu ini terbilang awet dan tidak mudah putus. Selain itu, lampu LED juga tidak menghasilkan panas, sehingga relatif lebih ramah lingkungan.

Dengan adanya kelebihan ini, maka aki mobil juga tidak terlalu boros. Namun, tentu saja dengan semua keunggulan yang ada, harga lampu LED mobil terbilang lebih mahal dari yang lainnya.

Lampu HID

Lampu jenis HID terbuat dari material gas dan logam. Cahaya dari lampu HID berasal dari sebuah busur listrik yang terbentuk dari dua elektroda di dalam sebuah plasma (atau terkadang tabung gas terionisasi). 

Ciri khas dari lampu HID adalah cahaya putih terang yang menyilaukan. Banyak yang menyebut lampu ini sebagai lampu matahari karena sinarnya yang sangat terang.

Pada mobil, lampu ini dapat difungsikan sebagai headlamp (lampu utama) maupun foglamp (lampu kabut).

Dengan sinar yang amat terang, HID dinilai sangat efektif untuk penggunaan pada saat cuaca berkabut. 

Meski begitu, lampu HID ini kurang efisien untuk mobil. Hal tersebut karena lampu HID cenderung terang saat awal penggunaan.

Setelah beberapa waktu, lampu HID akan redup dan kemudian mati. Bisa dikatakan, daya tahan dari lampu mobil yang satu ini sangat lemah atau tidak awet.

Lampu Halogen

Jenis lampu yang terakhir adalah lampu halogen. Sorot cahaya lampu halogen muncul dari proses pemanasan filamen tungsten yang ada dalam tabung lampu.

Listrik yang mengalir ke dalam lampu akan memanaskan filamen. 

Energi panas tersebut kemudian bergesekan dengan gas (biasanya nitrogen) dan menghasilkan cahaya. Kebanyakan lampu halogen mengeluarkan cahaya berwarna kuning yang khas.

Proses pemanasan inilah yang menjadi kelemahan dari lampu halogen.

Setelah digunakan, lampu halogen akan terasa panas, bahkan panas tersebut terasa hingga ke rumah lampu.

Selain itu, proses pemanasan juga membutuhkan tenaga yang besar.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.