Tunggal Putra Indonesia Belum Raih Gelar Tahun Ini, Mulyo Handoyo Soroti Fisik dan Taktik

AKURAT.CO, Koordinator Pelatih Pelatnas PBSI, Mulyo Handoyo, menyoroti kondisi fisik pebulutangkis tunggal putra sehubungan dengan capaian yang tak memuaskan di beberapa turnamen awal tahun.
“Dari sejumlah turnamen awal memang penampilan para pemain itu belum maksimal,” kata Mulyo Handoyo di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (12/2), sebagaimana dipetik dari Antara.
“Dari situ mungkin kondisi fisik ya, yang saya cermati belum maksimal.”
Tunggal putra menjadi perhatian khusus bagi Mulyo Handoyo karena meski ia mengepalai kepelatihan Pelatnas PBSI secara keseluruhan ia adalah pelatih spesialis di sektor itu.
Baca Juga: Nahkodai Tunggal Putra Pelatnas PBSI, Mulyo Handoyo Ingin Pemain Muda Segera Kejar Level Elite
Ditunjuk memimpin kepelatihan Pelatnas PBSI sejak Desember silam, Mulyo sejauh ini baru melihat capaian terbaik anak asuhnya adalah Jonatan Christie yang mencapai final Indonesia Masters 2025.
Sayangnya, Jonatan harus menyerah atas jagoan asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, di partai final. Sebelumnya, Jonatan hanya bisa mencapai semifinal di India Terbuka.
Sedangkan di Thailand Masters sebagai turnamen terakhir, pemain tunggal putra Indonesia sama sekali tak mencapai semifinal.
Mulyo, yang dikenal setelah membawa Taufik Hidayat menjadi juara Olimpiade Athena 2024, mengatakan bahwa para pebulutangkis tunggal putra masih membutuhkan peningkatan taktik.
“Kemudian dari segi permainan, mungkin taktik dan strategi juga harus kita tingkatkan untuk itu,” ucap Mulyo.
Baca Juga: Final BWF: Indonesia tanpa Wakil di Final, Ini Evaluasi Mulyo Handoyo
Setelah ini, Mulyo akan mempersiapkan para pemainnya untuk Orleans Masters pada 4-9 Maret dan All England pada 11-16 Maret.
Saat ini, skuad utama sektor tunggal putra Pelatnas PBSI dihuni oleh pemain seperti Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Chico Aura Dwiwardoyo. Sedang di bawahnya ada Alwi Farhan dan Yohanes Saut Marcellyno.
Keberadaan Mulyo di Pelatnas PBSI diharapkan bisa mengembalikan sektor tunggal putra Indonesia yang sudah terlalu lama berada di bawah bayang-bayang negara lain seperti Denmark, Malaysia, dan China.
Mulyo sendiri sempat diisukan bakal hengkang ke Asosiasi Bulutangkis Malaysia namun memilih menerima ajakan PBSI untuk kembali ke Pelatnas Cipayung yang dulu pernah menjadi tempatnya bekerja.
Sebelum kembali ke Cipayung, ia pernah bekerja di India dan mengangkat pemain seperti Kidambi Srikanth dan HS Prannoy. Mulyo juga membawa Loh Kean Yew menjadi juara dunia pertama dari Singapura pada 2021.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








