Di Forum Pengusaha AS, Prabowo: Indonesia Negara Kompetitif dan Menarik untuk Investasi

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menghadiri Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, Washington DC. Dalam acara tersebut, dia menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik dan patut diperhitungkan oleh pelaku usaha global.
Di depan kelompok pengusaha AS, Prabowo mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang tidak hanya melimpah tetapi juga strategis.
Namun menurutnya, daya tarik investasi Indonesia tidak berhenti pada aspek tersebut. Indonesia saat ini tengah mendorong percepatan industrialisasi yang membuka peluang investasi baru di berbagai sektor.
Baca Juga: Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU Pelaku Usaha RI-AS Senilai USD38,4 Miliar
"Kami sangat terbuka dengan investasi. Kami butuh investasi dan kami ingin lebih banyak investasi. Kami yakin bahwa kami kompetitif dan menarik," ujar Prabowo, Kamis (19/2/2026).
Dari sisi sumber daya alam, Indonesia memiliki cadangan mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit yang menjadi bahan baku penting bagi teknologi masa depan.
"Saya kira kami memiliki kekuatan di mineral kritis. Saya juga mendapat laporan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan cadangan tanah jarang terbesar di dunia," imbuhnya.
Sementara itu, dari sisi industrialisasi, Prabowo mengatakan Indonesia kini berfokus pada hilirisasi sumber daya alam. Dia mencontohkan, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menginisiasi 18 proyek hilirisasi tahun ini, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai Rp50,4 triliun.
"Kami terus bergerak di hilirisasi industri, di mana Danantara menjadi motor penggerak utamanya. Kami bergerak sangat cepat di sektor-sektor tersebut," jelas dia.
Baca Juga: Tegaskan Kemitraan Strategis di Washington, Prabowo Optimistis Perjanjian Dagang RI–AS Rampung
Berdasarkan potensi tersebut, Prabowo berharap perusahaan asal AS tidak hanya memandang Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik, tetapi juga sebagai basis produksi utama. Dia juga menekankan pentingnya melihat Indonesia sebagai mitra strategis di Asia Tenggara, mengingat skala ekonomi nasional yang besar.
Meski demikian, Indonesia tetap berkomitmen menjaga iklim investasi melalui kepastian regulasi, penegakan hukum, serta tata kelola pemerintahan yang baik. Menurutnya, faktor-faktor tersebut menjadi kunci dalam menarik minat investasi asing.
"Bagi pemimpin bisnis, kepastian adalah hal paling utama. Tidak ada yang mau investasi di situasi atau atmosfer yang dipenuhi ketidakpastian, ketidakstabilan, atau bahkan kekacauan," pungkas dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 5Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 6Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 9Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Ingatkan Pentingnya Kekompakan dan Kerja Nyata
- 10Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat








