Wali Santri Tuntut Pertanggungjawaban Pihak Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

AKURAT.CO Sejumlah wali santri Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, menuntut adanya pertanggungjawaban dari pihak pondok pesantren atas insiden robohnya bangunan musala yang menewaskan puluhan santri pada Senin, 29 September 2025. Mereka menilai, tragedi tersebut bukan murni musibah alam, melainkan ada unsur kelalaian manusia.
Salah satu wali santri, Fauzi, menyampaikan harapannya agar aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara transparan dan tidak berhenti pada proses evakuasi korban semata. Ia menilai, fakta di lapangan menunjukkan adanya kelalaian dalam pembangunan musala.
“Kalau memang ada kelalaian manusia di situ ya harus ada yang bertanggung jawab. Karena ini bukan bencana alam seperti gempa, tapi akibat kelalaian,” ujar Fauzi, Selasa (7/10/2025).
Fauzi juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan keterangan kepada pihak kepolisian jika diperlukan. Ia berharap, penyelidikan dapat mengungkap penyebab utama runtuhnya bangunan dan menegakkan keadilan bagi para korban.
“Harapan saya kepada aparat penegak hukum, prosesnya jangan berhenti di evakuasi saja. Harus ada penyelidikan dan pihak yang bertanggung jawab kalau memang terbukti ada kelalaian manusia,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, turut menyoroti peristiwa ini. Menurutnya, insiden di Ponpes Al Khoziny merupakan musibah yang dipicu oleh kelalaian struktural dalam proses pembangunan. Ia menilai struktur bangunan musala tidak memenuhi standar kelayakan konstruksi.
“Kelalaian tersebut bisa dilihat dari struktur bangunan yang tidak memadai. Ke depan, pengawasan dan standar konstruksi untuk bangunan pendidikan keagamaan harus lebih ketat,” kata Marwan, Senin (6/10/2025).
Untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa, Komisi VIII DPR akan mendorong pemerintah agar memberikan subsidi izin mendirikan bangunan (IMB) bagi lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pesantren.
“Kami telah berbincang dengan Sekjen Kementerian Agama, dan kemungkinan akan dibuat kebijakan agar pemerintah ikut menanggung subsidi IMB bagi pesantren,” jelasnya.
Marwan menegaskan, evaluasi terhadap izin pendirian pesantren perlu dilakukan secara menyeluruh agar standar keamanan dan keselamatan bangunan terpenuhi. Ia berharap tragedi serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan para santri dapat lebih terjamin.
Baca Juga: Muzani Prihatin atas Tragedi Ponpes Al-Khoziny: Keselamatan Santri Harus Jadi Prioritas
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan proses penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Proses identifikasi korban juga telah dilakukan oleh tim DVI Polri dengan mengirimkan 50 sampel DNA ke Puslabfor.
Tragedi robohnya musala Ponpes Al Khoziny menjadi perhatian publik dan memunculkan desakan agar sistem pengawasan pembangunan lembaga pendidikan keagamaan diperketat serta tanggung jawab moral dan hukum pihak terkait segera ditegakkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




